Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
BI Waspadai Inflasi Mei, Cuaca dan Iduladha Jadi Pemicu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bank Indonesia Provinsi Bali mengingatkan potensi kenaikan inflasi pada Mei 2026 meski capaian inflasi April terbilang rendah. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada Senin (4/5/2026), inflasi April tercatat hanya 0,01 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya maupun nasional.
Secara tahunan, inflasi Bali juga menurun dari 2,81 persen (yoy) pada Maret menjadi 2,08 persen (yoy) pada April 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan bahwa kondisi inflasi yang terjaga saat ini tetap perlu diwaspadai ke depan, khususnya memasuki Mei yang berpotensi dipengaruhi sejumlah faktor risiko.
“Meski inflasi April relatif rendah, kami mengingatkan adanya potensi tekanan pada Mei yang dipicu faktor cuaca, potensi El Nino, serta peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Iduladha,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Secara spasial, hanya Kota Denpasar yang mencatat inflasi bulanan sebesar 0,19 persen (mtm), sementara Kota Singaraja, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung mengalami deflasi.
Dari sisi komoditas, inflasi April dipengaruhi kenaikan harga angkutan udara, beras, minyak goreng, canang sari, dan nasi dengan lauk. Namun, tekanan tersebut tertahan oleh penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, hingga sayuran.
Achris menambahkan, peningkatan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata saat periode libur panjang juga berpotensi mendorong permintaan bahan pangan di Bali.
“Permintaan yang meningkat, terutama dari sektor pariwisata saat long weekend dan periode keagamaan, perlu diantisipasi agar tidak memicu lonjakan harga,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali akan terus memperkuat langkah pengendalian melalui operasi pasar, penguatan distribusi, serta kerja sama antar daerah.
“Sinergi akan terus kami dorong melalui operasi pasar dengan prinsip tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, serta penguatan ketahanan pangan lokal agar inflasi tetap terkendali,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, inflasi Bali sepanjang 2026 diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 497 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 387 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 381 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik