Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Enam Copet Perempuan Beraksi di 11 TKP

Denpasar

Kamis, 18 September 2008, 16:04 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Enam perempuan setengah baya, nekad mencopet di 11 TKP di sejumlah kawasan pasar tradisional di Bangli dan Denpasar. Dasar lagi apes, mereka ditangkap tim buser Direktorat Reskrim Polda Bali.

Enam tersangka yang kini meringkuk di tahanan masing-masing : Inaq Supardi alias Imah (49), Inaq Endang alias Rakmah (38), Mulyati alias Mun (40), Mahnun alias Nun (35), Yunah alias Munah (35) dan Yuni alias Sitah (60). Keenamnya berasal dari Lombok Timur.

Barang bukti yang berhasil disita berupa 9 HP Nokia, uang tunai Rp 4,843 juta, uang Dollar Amerika $300, 12 dompet, 8 tas, 2 casing HP, 2 batery, dan dua silet.



Kasat 1 Direktorat Reskrim Polda Bali, AKBP Ahmad Nur Wahid mengatakan, aksi copet yang dilakukan keenam tersangka sudah sangat meresahkan kalangan masyarakat di pasar.

“Masyarakat resah akan aksi copet yang terjadi di Pasar-pasar tradisional di Bangli dan Denpasar. Seperti pasar Susut, Kintamani dan pasar Badung,”urainya.



Aksi copet enam perempuan setengah baya ini terungkap, tatkala, aparat kepolisian menerima informasi masyarakat tertangal 29 Agustus yang lalu.

Laporan masyarakat secepatnya ditindak-lanjuti aparat kepolisian dengan mengerebek kost-kost dua pelaku di Desa Semabaung Blahbatu Gianyar.

Awal pengerebekan, dua pelaku yakni Inaq Supardi dan Inaq Endang berhasil diciduk di kamar kost.

Menyusul kemudian empat tersangka lainnya yakni Mulyati, Mahnun, Yunah dan Yuni diringkus di pasar Kayuamba Susut Bangli.



Dalam pengakuan para tersangka, mereka tidak serempak beraksi. Namun saling berpasangan. Apabila ada korbannya yang sedang berbelanja, mereka pura-pura memepet.

Ada yang pura-pura mengajak korbannya mengobrol, sedangkan pelaku lain berada dibelakang sambil menyobek tas atau barang bawaan korban, dengan silet yang sudah dipersiapkan.

“Begitu disobek, isi dalam tas diambil. Mereka merupakan jaringan copet asal Lombok Timur,” tegasnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami