Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Akibat Tata Ruang Semrawut dan Kerusakan Lingkungan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banjir parah di beberapa wilayah di Bali disertai tanah longsor disebabkan oleh tata ruang yang semrawut dan banyaknya alih fungsi lahan yang menghilangkan daerah resapan air.
Kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di sungai serta saluran air atau selokan, juga ikut menjadi pemicu terjadinya banjir serta tanah longsor.
Hal ini disampaikan dua LSM lingkungan di Bali yakni Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Bali dan Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim.
Menurut Walhi Bali, banjir parah di beberapa wilayah di Bali disertai tanah longsor kemarin, disebabkan oleh semrawutnya tata ruang Bali.
“Lahan yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan resapan air, kini banyak yang beralih fungsi menjadi pertokoan, villa, atau perumahan,†kata Agung Wardana, Direktur Walhi Bali.
“Politik tata ruang yang dikeluarkan pemerintah kabupaten maupun kota Di Bali lebih memihak kepentingan investor dan kurang memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup di Bali,â€imbuhnya.
Sementara Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim melihat kurangnya infrastruktur seperti saluran pembuangan air untuk mengimbangi pesatnya pembangunan fisik di Bali.
“Pembanguan fisik yang pesat membuat kawasan alami seperti hutan mangrove banyak yang dibabat dan diganti dengan kawasan pertokoan atau mall,†jelas Panji Tisna, anggota Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim.
“Kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai atau saluran air juga membuat kondisi semakin parah terutama di saat hujan deras,†kata Panji.
Menurut catatan Walhi Bali, saat ini ada tiga kabupaten kota di Bali yang mengalami kerusakan lingkungan paling parah. Ketiga kabupaten kota itu antara lain Kabupaten Badung, kabupaten Tabanan, dan kota Denpasar.
“Tabanan yang sebelumnya dikenal sebagai lumbung beras di Bali, kini banyak lahannya yang beralih fungsi menjadi sarana pendukung pariwisata seperti hotel dan villa. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1446 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1223 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 670 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 561 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 535 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung