Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cempaga Tambal Sendiri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bertahun-tahun menunggu perbaikan dari pemerintah, warga Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, akhirnya memilih turun tangan sendiri memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong pada Minggu (10/5) di dua titik jalan utama yang kondisinya dinilai membahayakan pengguna jalan. Salah satu titik berada di Banjar Dinas Desa, jalur penghubung Desa Cempaga menuju Denpasar yang mengalami kerusakan cukup parah sepanjang sekitar 30 meter.
Perbekel Desa Cempaga, Putu Suarjaya, Senin (11/5) mengatakan perbaikan tersebut dilakukan murni atas inisiatif masyarakat bersama tokoh warga dan pemerintah desa karena jalan itu sudah rusak sekitar tiga tahun terakhir namun belum mendapat penanganan dari Pemkab Buleleng.
“Ini murni swadaya masyarakat. Kondisinya memang sudah lama rusak dan sangat mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Selain di Banjar Dinas Desa, penambalan jalan juga dilakukan di Banjar Dinas Corot, pada ruas jalan kabupaten penghubung Desa Cempaga menuju Desa Dencarik. Kondisi jalan di wilayah tersebut disebut lebih memprihatinkan karena terakhir diaspal sekitar tahun 2000-an dan hingga kini belum pernah diperbaiki kembali.
Menurut Suarjaya, usulan perbaikan sebenarnya rutin disampaikan setiap tahun melalui musrenbang desa. Namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.
“Sejak saya menjabat tahun 2015, jalan itu belum pernah tersentuh perbaikan. Padahal selalu kami usulkan,” tegasnya.
Karena keterbatasan anggaran, perbaikan hanya dilakukan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah agar tetap bisa dilalui masyarakat. Bahkan untuk penanganan di Banjar Dinas Corot, Suarjaya mengaku menggunakan dana pribadi, sementara warga membantu tenaga secara gotong royong dan alat berat dipinjamkan oleh warga setempat.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga dipengaruhi aturan penggunaan dana desa yang kini lebih diprioritaskan untuk program lain seperti posyandu, ketahanan pangan, dan pendidikan sehingga ruang pembangunan fisik menjadi sangat terbatas.
Meski demikian, warga Desa Cempaga tetap berkomitmen melanjutkan kegiatan penambalan jalan secara berkala setiap minggu demi menjaga akses transportasi masyarakat tetap aman dilalui.
Suarjaya berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng segera merealisasikan perbaikan jalan kabupaten di wilayahnya karena jika hanya mengandalkan swadaya masyarakat, hasilnya dinilai tidak maksimal.
“Harapan kami pemerintah daerah segera turun tangan. Kalau hanya swadaya, kami lakukan semampunya, yang penting jalan ini tetap bisa dilalui masyarakat,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli