Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Tegang Keluar Masuk WC, 20 Pelamar Rontok
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Persaingan memperebutkan kursi CPNS di Pemkab Jembrana terbilang tidak begitu ketat. Dari 115 kursi yang diperebutkan hanya diikuti oleh 311 pelamar. Kendati demikian suasana tegang sangat terasa saat test terakhir penerimaan CPNS untuk Jembrana digelar di Kampus STITNA, Negara, Minggu (7/12).
Beberapa peserta sampai berkali-kali keluar masuk ruangan menuju kamar kecil untuk menghilangkan sedikit ketegangan tersebut.
Sampai test terakhir dilaksanakan, 20 orang pelamar dipastikan rontok lantaran tidak hadir mengikuti testing.
Sejatinya, test penerimaan CPNS di Jembrana telah mulai digelar Rabu (3/12) lalu dengan materi ujian psikotest dan test potensi akademik (TPA).
Sedangkan test terakhir dari 5 test yang dilaksanakan oleh Pemkab Jembrana, diujikan test kemampuan dasar yang didalamnya terdapat test pengetahuan umum, bakat skolastik dan skala kematangan.
Beberapa peserta test mengaku cukup tegang lantaran ada diantaranya baru pertama kali mengikuti test seperti ini.
"Saya sangat tegang, biarpun sudah mempersiapkannya mulai jauh-jauh hari. Mungkin karena hal ini baru pertama kali saya alami," ujar Yudi, salah seorang peserta test.
Menurutnya soal-soal yang diujikan beberapa diantaranya sudah dikenalnya namun dirinya tidak mau gegabah karena segala kemungkinan masih bisa terjadi."Saya tidak berani terlalu yakin bakal lulus kendatipun sebagian besar soal tersebut bisa saya jawab," ujarnya.
Dirinya sangat berharap bisa lulus menjadi CPNS sehingga apa yang didapatkannya di bangku kuliah bisa diterapkan di lapangan. "Mudah-mudahan saya bisa lulus," tandasnya.
Sementara itu, Kabag Kepegawaian Pemkab Jembrana, I Ketut Sukabuana ketika ditemui seusai test berlangsung mengatakan sampai akhir pendaftaran masih terdapat beberapa formasi yang tidak ada pelamarnya."Rata-rata formasi dokter spesialis tidak ada yang melamar," terangnya.
Lanjut Sukabuana sampai test terakhir digelar, 20 orang pelamar dipastikan rontok alias gugur lantaran tidak hadir untuk mengikuti testing.
"Mungkin mereka juga mendaftar di daerah lain di luar Jembrana. Mereka tidak hadir di dua tempat yang berbeda karena hari ini test dilaksanakan serentak di seluruh Bali " ujar Sukabuana.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun