Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ditelpon Anak Sakit, Transfer Uang, Amblas

Denpasar

Senin, 12 Januari 2009, 20:35 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ditelpon Anak Sakit ransfer Uang AmblasJerih payah Niki Wirya Daimana (35) mengumpulkan uang ditabungan, amblas sia-sia. Itu karena perbuatan pelaku yang sengaja menghubunginya dan mengatakan anaknya sakit keras di RSUP Sanglah. Nyatanya setelah mengirimkan uang lewat transferan Bank BRI, uang korban Rp 9 juta, hilang sekejap mata.

Informasi menyebutkan, Niki Wirya Daimana tinggal di Jalan Suli 159 Denpasar, pada Sabtu (10/01) sekitar pukul 14.30 Wita, ditelpon seorang wanita mengaku bernama Sriningsih. Wanita tersebut memperdaya korban dan mengatakan, bahwa anak korban mengalami kecelakaan dan dirawat di RSUP Sanglah.

Bahkan, wanita itu juga meminta uang untuk keperluan biaya operasi anak korban. Sehingga, pelaku meminta korban untuk mentransfer uang ke rekening nomor pelaku di nomor 037901001060505. Sebagai ibu rumah tangga yang tak ingin anaknya mengalami bahaya, Niki Wirya pun bersedia mentransfer dana ke rekening pelaku. Anehnya, korban seperti dihipnotis dan percaya akan perkataan pelaku. Nyatanya, korban pergi ke Bank BRI unit Gatsu Denpasar untuk segera melakukan transferan. 


“Korban seperti dihipnotis dan mau mentransfer uang ke rekening pelaku,”jelas sumber petugas Poltabes Denpasar, Senin (12/01). Keadaan menjadi terbalik. Setelah uang ditransfer, korban baru tersadar. Dia pun bergegas mengecek kondisi anaknya dan ternyata sehat bugar. Merasa ditipu, korban melaporkan perbuatan pelaku ke polisi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami