Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Ngaku Ajudan Kapoltabes, Minta Uang Rp 25 Juta
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
penipuanKetua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (DPD Gapensi) Provinsi Bali, Ir Made Dwipa Kusuma, Rabu (28/01) siang, nyaris kehilangan uang tunai Rp 25 juta. Itu terjadi, setelah seorang pelaku mengaku ajudan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana, meminta uang untuk keperluan pribadi Kapoltabes. Usaha pelaku gagal total, setelah Kapoltabes membantahnya.
Pencatutan nama Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Drs. Gede alit Widana, terjadi pada Rabu (28/01) siang. Menurut Ir Made Dwipa Kusuma, Selasa (27/01), dia menerima via telpon dari pelaku bernomor 081280944499, yang mengaku ajudan Kapoltabes Denpasar.
Ketua DPD Gapensi Provinsi Bali ini awalnya, tidak menyadari bakal ditipu. Karena tutur kata pelaku cukup sopan. Meski percaya, Dwipa Kusuma yang beralamat di kawasan Prof Dr. Ida Bagus Mantra ini, mengaku tidak bisa memberikan uang sebanyak yang diminta pelaku (Rp 25 juta).
“Katanya ajudan Kapoltabes. Dia minta Rp 25 juta untuk keperluan pribadi Kapoltabes. Tapi saya sanggup memberikan Rp 5 juta. Tak apalah,”bebernya, Rabu (28/01) melalui via telpon.
Di akhir kata, pelaku memberikan nomor rekening BCA asal Jakarta. Sesuai perjanjian dengan pelaku, rencana mentransfer uang akan dilakukan Rabu (28/01) sekitar pukul 12.00 Wita.
“Dewi fortuna” tampaknya berpihak kepada Dwipa Kusuma. Sebelum mentransfer, paginya, Dwipa Kusuma bertemu dengan fungsionaris Gapensi, dalam sebuah rapat rutin yang digelar setiap bulannya.
Nah, disanalah Dwipa Kusuma menceritakan pengalaman pribadinya kepada anggota Gapensi. Namun, anggota Gapensi banyak yang meragukan permintaan pelaku dan menduga itu adalah modus penipuan lama. Apalagi, nomor rekening BCA yang diberikan pelaku, berasal dari Jakarta.
Ditengah keraguan, Dwipa Kusuma menyurutkan niat mentransfer uang kepada pelaku. Dia mencoba menghubungi nomor pelaku, namun tidak diangkat-angkat. Inilah yang membuat Dwipa Kusuma semakin yakin, bahwa pelaku adalah penipu. “ Untung saja saya tidak mentransfer, kalau tidak saya tertipu,”ujarnya.
Kapoltabes Denpasar, saat dikonfirmasi, Rabu (28/01), langsung membantah menyuruh ajudannya meminta uang. “Itu tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh ajudan meminta uang. Saya akan mengeceknya,”jelasnya.
Kapoltabes menghimbau kepada masyarakat, apabila ada orang yang mencatut nama Kapoltabes atau pun pejabat lainnya, sebaiknya tidak digubris.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1089 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 864 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 687 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 637 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik