Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Dewan Minta Turunkan Standar IP
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tidak ingin lengser dengan membisu, anggota DPRD Jembrana periode 2004-2009 makin kencang menyoroti berbagai kebijakan yang turun dari eksekutif. Selain ngebut membahas rancanga peraturan daerah (ranperda), eksekutif juga minta agar standar indeks prestasi (IP) dalam perekrutan CPNS selanjutnya diturunkan.
Dewan menilai dalam perekrutan CPNS selama ini, pihak eksekutif cenderung tidak transparan baik dari perencanaan, perekrutan maupun pengumuman kelulusan. Selain itu, dalam perekrutan CPNS selama ini, dewan merasa tidak dilibatkan.
“Kami merasa tidak pernah diajak bicara terkait masalah perekrutan CPNS,” ujar Ketua Pansus CPNS, I Nyoman Sudharma, Jumat (24/4). Anggota Fraksi PDIP yang diperkirakan akan lengser ini juga menilai kalau standar IP minimal 3,0 yang diterapkan eksekutif tidak adil bagi warga Jembrana. “Apakah ada jaminan kalau yang IPnya 3,0 lebih baik kualitasnya dari yang IPnya 2,0. Kemudian standarisasi kebutuhan juga belum jelas. Kalau begini jelas tidak membuat kompetitif, karena menutup peluang bagi warga Jembrana sendiri,“ ujarnya.
Menurut Sudarma, kalau ingin memberdayakan masyarakat Jembrana, seharusnya IP tidak perlu dipatok tinggi-tinggi. “Misalnya standar IP 3,0 dikhususkan untuk mereka yang dari universitas swasta, sedangkan dari universitas negeri IP nya cukup di atas 2,0 untuk memberi peluang biar bersaing. Perkara lulus atau tidak saat test, itu perkara lain.Yang penting beri kesempatan dulu,” ujarnya.
Sementara itu Ketut Subadi, dari F Partai Golkar lebih menyoroti sistem rekrutmen yang dinilainya tidak transparan. “Kami harapkan agar eksekutif melibatkan kami dalam rekrutmen CPNS mendatang,” ujar politisi Partai Golkar yang juga diperkirakan gagal menmbus kursi dewan 2009-2014.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun