Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Habis Nyontreng, Diperciki Tirta

Tuwed

Rabu, 8 Juli 2009, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kebiasaan baik yang dilakukan oleh warga Banjar Puseh, Tuwed, Melaya layak ditiru oleh seluruh khalayak di negeri ini. Pasalnya, seluruh warga banjar tersebut, utamanya yang umat Hindu, diwajibkan menerima percikan tirta dari seorang pemangku (pendeta) yang telah menunggu di pintu keluar Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pemandangan berbeda ini terpotret di TPS 2 yang berlokasi di Balai Banjar Puseh, Tuwed, Melaya, Rabu (8/7) saat gelaran pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) dilaksanakan. Kedatangan para pemilih mulai mengalir sejak TPS tersebut dibuka pukul 08.00 setelah sebelumnya dilakukan prosesi penyumpahan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) oleh Ketua KPPS.

Setelah semua proses pendahuluan selesai, para pemilih mulai dipanggil satu persatu untuk menyalurkan hak politiknya. Usai memberikan suaranya, pemilih langsung menuju pintu keluar setelah sebelumnya mencelupkan jarinya ke dalam cairan tinta sebagai pertanda sudah menyalurkan suaranya.

Setibanya di pintu keluar, pemilih langsung menuju ke seorang pemangku yang telah berdiri menunggunya sambil memegang sangku (tempat tirta,red). Kemudian pemangku tersebut memercikkan tirta yang dipegangnya kepada pemilih yang telah menyalurkan hak pilihnya itu.

Nengah Suartana, salah seorang anggota KPPS di TPS tersebut mengungkapkan kebiasaan diperciki tirta sehabis menyalurkan hak pilih ini sudah ada sejak lama dan berlaku tidak hanya untuk gelaran Pilpres saja.

“Kebiasaan seperti itu rutin dilakukan setiap ada pemilihan baik Pilkadus (Pemilihan Kepala Dusun) sampai Pilpres kebiasaan ini sudah ada,” terangnya.

Menurut Suartana, kebiasaan yang dilakukan oleh dua banjar dari empat banjar yang ada di Desa Tuwed, yakni Banjar Taman dan Banjar Puseh ini dimaksudkan untuk memohon agar setiap gelaran pemilihan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. “Juga dimaksudkan untuk mohon keselamatan,” imbuhnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami