Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Darmasaba Nilai Kematian Malen Tidak Wajar

Darmasaba

Senin, 27 Juli 2009, 08:17 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kematian Made Malen (51) di sel tahanan Polsek Abiansemal dipertanyakan warga setempat. Warga menilai kematian korban di sel tahanan akibat gantung diri tidak wajar. Besok, warga berencana mendatangi Polsek Abiansemal untuk menanyakan kasus ini.

“Warga Darmasaba banyak yang mempertanyakan kematian korban yang dinilai tidak wajar. Seharusnya pihak Polsek menelpon pihak keluarga untuk menurunkan jenazahnya jika memang gantung diri. Tapi yang terjadi, jenazah tahu-tahu sudah ada di puskesmas setempat dalam kondisi sudah menjadi mayat. Hal ini yang dipertanyakan warga,” kata salah seorang warga yang mengaku bernama Dewa, kepada beritabali.com.

Besok, kata Dewa, menurut rencana warga akan beramai-ramai mendatangi Polsek untuk meminta kejelasan kasus ini. “Mungkin setelah penguburan warga akan datang ke Polsek Abiansemal untuk menanyakan kasus ini. Masalahnya ini warga setempat yang mati ketika ditahan di Polsek. Warga yang meninggal itu orang yang tidak tahu apa-apa, ditangkap sebagai tersangka, lalu mati di tahanan Polsek, ini yang kita pertanyakan,” ujar Dewa lewat sambungan telpon.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Polsek Abiansemal, gempar. I Made Malen (50), tersangka kasus togel, ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi leher tergantung didalam kamar mandi. Tewasnya tersangka yang beralamat di Banjar Telanga Desa Darmaba Abiansemal Mengwi Badung diduga karena stres.

Sumber kepolisian Polres Badung, menjelaskan, korban tewas tergantung di kamar mandi dengan menggunakan kain sarung. Saat kejadian sekitar pukul 05.50 Wita, tersangka meminta izin pada petugas jaga yang bernama Briptu I Made Subanda untuk pergi ke kamar mandi.

Petugas tersebut mengijinkannya. Tak lama Briptu Subanda langsung membuka pintu sel dan mengantarkan tersangka ke kamar mandi. Awalnya, Briptu Subanda tidak curiga. Dan, Ia pun kembali ke pos jaganya.

Berselang beberapa lama, Briptu Subanda heran. Tersangka tidak keluar dari kamar mandi. Lalu, Ia pun berinisiatif memanggil tersangka dari luar kamar mandi.

Di luar pintu kamar mandi, Briptu Subanda berteriak memanggil tersangka. Aneh, dari dalam kamar mandi tidak ada jawaban.

“Lantaran tidak ada jawaban, Briptu Subanda mengetuk pintu,”ungkap sumber.

Lagi lagi, tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Curiga, sontak saja, Briptu Subanda mendobrak kamar mandi. Alangkah kagetnya Briptu Subanda, ketika pintu kamar mandi terbuka lebar.

Di dalam kamar mandi, tersangka I Made Malen, terbujur kaku di atas plafon kamar mandi dalam kondisi tubuh tergantung kain sarung.

“Briptu Subanda sendiri yang menurunkan tersangka dari gantungan. Saat diturunkan kondisi tersangka masih bernafas,”tambah sumber.

Karuan saja, petugas tersebut bersama teman temannya langsung membawa tersangka ke Puskesmas terdekat. Apa mau dikata, korban keburu tewas.

Sementara itu, Pahumas Polres Badung Kompol IGA Sasih mengakui, tersangka kasus togel gantung diri di kamar mandi Polsek Abiansemal.

Sasih mengatakan, tidak ada tanda tanda kekerasan ditemukan di tubuh korban. Kejadian itu akibat kemauan tersangka sendiri yang stress ditahan karena tersangkut kasus judi togel. (spy/bob)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami