Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Hanya 30 Persen Hidung Belang Sadar Pakai Kondom
Nusa Dua
Senin, 10 Agustus 2009,
20:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil studi Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebutkan, dari sekian banyak pelanggan pekerja seks komersial (PSK), hanya 30 persen pelanggan yang sadar dan rutin menggunakan kondom. Kondisi ini dipastikan sebagai salah satu penyebab tingginya kasus penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual.
Deputi Sekretaris KPAN Bidang program Fonny J Silfanus pada keteranganya di Nusa Dua (10/8) menyatakan, tingkat kesadaran penggunaan kondom pada kelompok beresiko ini dapat dikategorikan cukup rendah. Kondisi ini dikhawatirkan terjadi akibat rendahnya pengetahuan pelanggan pekerja seks terhadap penularan HIV/AIDS.
Menurut Fonny, fakta lain yang cukup mengecewakan adalah rendahnya penggunaan kondom karena keterbatasan ketersediaan kondom.
“ Pingin pakai tetapi kondomnya tidak tersedia, ternyata dari hasil studi hanya 45% yang tersedia di tempat entertainment seperti itu,†jelas Fonny J Silfanus.
Fonny J Silfanus menambahkan, mulai September mendatang KPAN akan kembali mendistribusikan kondom guna mengatasi keterbatasan kondom di Indonesia.
Kondom tersebut akan disalurkan melalui klinik dan warung-warung. Namun program tersebut hanya terbatas untuk 12 propinsi, seperti Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Riau, Papua dan Bali. (mlt)
Deputi Sekretaris KPAN Bidang program Fonny J Silfanus pada keteranganya di Nusa Dua (10/8) menyatakan, tingkat kesadaran penggunaan kondom pada kelompok beresiko ini dapat dikategorikan cukup rendah. Kondisi ini dikhawatirkan terjadi akibat rendahnya pengetahuan pelanggan pekerja seks terhadap penularan HIV/AIDS.
Menurut Fonny, fakta lain yang cukup mengecewakan adalah rendahnya penggunaan kondom karena keterbatasan ketersediaan kondom.
“ Pingin pakai tetapi kondomnya tidak tersedia, ternyata dari hasil studi hanya 45% yang tersedia di tempat entertainment seperti itu,†jelas Fonny J Silfanus.
Fonny J Silfanus menambahkan, mulai September mendatang KPAN akan kembali mendistribusikan kondom guna mengatasi keterbatasan kondom di Indonesia.
Kondom tersebut akan disalurkan melalui klinik dan warung-warung. Namun program tersebut hanya terbatas untuk 12 propinsi, seperti Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Riau, Papua dan Bali. (mlt)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 695 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026