Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Harga Kelapa Melambung, Pengrajin Marakas Menjerit
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengrajin marakas di Desa Poh Santen, Mendoyo menjerit lantaran harga bahan baku kerajinan alat musik etnik dari tempurung kelapa ini melambung tinggi. Hal ini mengancam kelangsungan hidup pengusaha marakas yang telah menjadi sandaran hidup puluhan pekerjanya.
Gede Agus Ciawan, salah seorang pengrajin ketika ditemui, Jumat (25/9) mengungkapkan sejumlah pengrajin marakas di wilayahnya masih dibayangi kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran di pasaran. Bahkan, katanya, dulu harga kelapa hingga mencapai Rp 5 ribu per butirnya.
“Tapi art shop tidak mau tahu, kalau kita naikkan harganya mereka akan mengambil produk serupa dari Bandung yang harganya lebih murah,†keluh warga Banjar Rangdu, Poh Santen, Mendoyo.\
Agus mengakui untuk mengatasi melambungnya harga bahan baku tersebut pihaknya melakukan pengurangan karyawan. “Bahkan usaha saya sempat mandeg. Syukurlah kondisi itu tidak lama, sekarang sudah pulih kembali,†tandasnya.
Menurutnya, di Desa Poh Santen terdapat tiga pengrajin marakas, termasuk dirinya. Namun semuanya belum mampu memproduksi marakas dalam jumlah banyak lantaran kendala modal.
Agus menambahkan selain dilanda kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran, usahanya ini juga mulai disaingi oleh produk sejenis dari Bandung. Namun, menurut Agus, dibandingkan dengan Bandung, produk yang dihasilkan usahanya lebih halus pada permukaannya dan finishing lebih bagus.
“Kami memproduksinya sesuai pesanan. Tiap harinya kami bisa membuat 150 alat musik dengan 15 karyawan,†pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun