Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Kelapa Melambung, Pengrajin Marakas Menjerit

Beritabali.com, Mendoyo

Jumat, 25 September 2009, 07:41 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pengrajin marakas di Desa Poh Santen, Mendoyo menjerit lantaran harga bahan baku kerajinan alat musik etnik dari tempurung kelapa ini melambung tinggi. Hal ini mengancam kelangsungan hidup pengusaha marakas yang telah menjadi sandaran hidup puluhan pekerjanya.



Gede Agus Ciawan, salah seorang pengrajin ketika ditemui, Jumat (25/9) mengungkapkan sejumlah pengrajin marakas di wilayahnya masih dibayangi kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran di pasaran. Bahkan, katanya, dulu harga kelapa hingga mencapai Rp 5 ribu per butirnya.

“Tapi art shop tidak mau tahu, kalau kita naikkan harganya mereka akan mengambil produk serupa dari Bandung yang harganya lebih murah,” keluh warga Banjar Rangdu, Poh Santen, Mendoyo.\


Agus mengakui untuk mengatasi melambungnya harga bahan baku tersebut pihaknya melakukan pengurangan karyawan. “Bahkan usaha saya sempat mandeg. Syukurlah kondisi itu tidak lama, sekarang sudah pulih kembali,” tandasnya.

Menurutnya, di Desa Poh Santen terdapat tiga pengrajin marakas, termasuk dirinya. Namun semuanya belum mampu memproduksi marakas dalam jumlah banyak lantaran kendala modal.



Agus menambahkan selain dilanda kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran, usahanya ini juga mulai disaingi oleh produk sejenis dari Bandung. Namun, menurut Agus, dibandingkan dengan Bandung, produk yang dihasilkan usahanya lebih halus pada permukaannya dan finishing lebih bagus.



“Kami memproduksinya sesuai pesanan. Tiap harinya kami bisa membuat 150 alat musik dengan 15 karyawan,” pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami