Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Desa Pakraman Langsung Gelar Paruman

Beritabali.com, Kubutambahan

Kamis, 15 Oktober 2009, 20:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Persetubuhan yang dilakukan antara manusia dengan hewan dinamakan dengan peristiwa Gamia Gamana. Pasca musibah tersebut perlu dilakukan upacara pembersihan untuk menghilangkan leteh (kekotoran) desa. Menyikapi hal itu, Desa Pakraman Bukti di Kecamatan Kubutambahan langsung menggelar paruman atau rapat.

Musibah Gamia Gamana yang dilakukan Made Widiana (33) warga Dusun Bukti Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan dengan seekor sapi betina miliknya, kamis (15/10) disikapi Desa Pakraman setempat dengan mengelar Paruman.

“Kita belum tahu, sebab awig-awig Desa Pakraman Bukti, belum mengatur tentang hal seperti ini, kita akan bahas dulu melalui paruman yang melibatkan para tetua desa serta sulinggih, sehingga bisa dicarikan solusi terbaik, untuk yang bersangkutan maupun desa pakraman."

" Mungkin kita akan membuat prerarem desa, terkait musibah ini, termasuk diantaranya tentang sebel desa dan proses upacara,” ungkap rajuru adat, Gede Kariada sesaat akan menggelar paruman.

Hal senada diungkapkan, Perbekel Desa Bukti,Gede Wardana, dimana dalam menyikapi musinah yang pertama kali terjadi di Desa Bukti tersebut harus disikapi secara bijaksana sesuai aturan adat yang berlaku.

”Baru kali ini, hal seperti ini terjadi di Desa Bukti, kita anggap musibah, musibah yang menimpa salah satu warga kami,” paparnya.

Dalam paruman yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Bukti, para pengurus Desa Pakraman setempat dan Perbekel Desa Bukti serta tetua desa dan sulinggih akan mencarikan solusi terbaik untuk menyikapi musibah yang terjadi.

Sebelumnya, warga di Dusun Bukti, Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan digegerkan dengan ulah petani setempat, lantaran melakukan aksi persetubuhan dengan seekor sapi betina peliharaanya.

Aksi itu dilakukan setelah ia melihat sapinya berubah menjadi sosok perempuan muda yang cantik.

Peristiwa persetubuhan yang dilakukan Made Widiana dengan seekor sapi betina miliknya tersebut, diketahui pertama kali oleh tetangganya Ketut Gading di kandang sapi milik Widiana di Dusun Bukti Desa Bukti. (sas)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami