Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Banyak Kasus Perampokan Belum Terungkap

Senin, 26 Oktober 2009, 20:26 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Banyak kasus perampokan yang terjadi di Bali kurun waktu beberapa tahun belakangan ini belum terungkap, termasuk kasus teranyar yang terjadi di Bank BRI Unit Denpasar Barat Jalan Padang Luwih 157 Dalung, Kuta, Jumat (23/10) siang.

Masyarakat Denpasar tentu saja masih ingat, ketika 4 Desember 2008 lalu, dua perampok berpistol mengendarai sepeda motor, beraksi di Jalan Veteran, Denpasar.



Pelaku yang sempat menghambur – hamburkan peluru tajam ke udara itu, nyaris menyikat uang tunai puluhan juta rupiah milik Made Adi Krisna yang baru diambil dari Bank Lippo, Denpasar.

Ditengah-tengah pengejaran, aparat kepolisian Poltabes Denpasar dan Polda Bali gagal menangkap pelakunya.

Sebelumnya, penodongan senjata api, 8 Februari 2008 menimpa Marlina (33). Dua pelaku bersenjata pistol berusaha menggasak uang korban senilai Rp 135 juta.


Saat itu, mobil korban mengalami ban kempes di bilangan Cok Agung Tresna, sebelah kantor Balai Pelatihan Guru (BPG).

Menjelang awal 19 Januari 2009 pukul 02.00 dinihari, aksi perampokan kembali terjadi di Tour And Travel Laena di Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta.

Empat pelaku beraksi dengan senjata api menyandera karyawan dan menggasak uang tunai 30 juta dan 172 Dollar USA.

Sayang, penyelidikan kasus ini terkesan buntu. Polisi hanya bisa membuat sketsa wajah pelaku, namun sketsa wajah itu tidak banyak membantu menangkap pelakunya.

Kasus perampokan kembali bermunculan di metro Denpasar. Pada 9 April 2008, perampok bersenjata api merampas uang Rp 120 juta, milik Ketut Sudastra yang baru saja mengambil uang dari BCA.

Kejadiannya berlangsung di depan Dewata Foto Copy Center, Jalan Gunung Agung, Denpasar. Ketika itu, korban hendak meminjam sepeda motor salah seorang karyawan fotocopy, sebab mobil milik korban mengalami pecah ban.


Kali ini, perampok bisa dibilang galak. Betapa tidak, dua pelaku mengendarai sepeda motor, menggasak seorang nasabah bank yang baru saja mengambil uang. Perampok sempat menembakkan peluru tajam ke arah korban untuk sekadar menakut-nakuti.



Belum tuntas menyelesaikan kasus perampokan di Jalan Gunung Agung Denpasar, kasus perampokan menggegerkan distributor sembako Naga Mas di Jalan Penamparan, pada (18/09/2009) sekitar pukul 08.15 Wita.

Pemilik toko dan anak buahnya disekap perampok yang berjumlah 4 orang di lantai dua. Pelaku leluasa menjarah harta benda korban yang nilanya puluhan juta rupiah terdiri dari uang tunai 50 juta, empat HP, kalung 5 gram korban Wili Candra. Gerombolan pelaku kabur mengendarai mobil sedan hijau dongker.

Aparat kepolisian Poltabes Denpasar kembali menjadi bulan bulanan perampok. Pada Minggu (08/02/2009) sekitar pukul 22.00 Wita, Gandhi Memorial International Schooll di Jalan Tukad Yeh Penet Panjer Denpasar.

Segerombolan perampok bersenjata api dan tajam, mengendarai mobil menggasak handycam, dan uang USD 20 ribu. Total keseluruhan Rp 30 juta. Mereka menyandera satpam dan menguras isi brankas.

Setelah mengobok obok wilayah Denpasar, perampok bergeser ke wilayah Badung, Selasa (21/4/2009). Sasarannya kali ini PLN Mengwi Badung. Di sana, empat perampok bersenjata tajam mengendarai mobil, berhasil menyandera karyawan jaga dan menguras isi brankas yang nilainya diperkirakan Rp 12 juta.

Terakhir kasus perampokan menyasar Bank BRI di Dalung. Perampok bersenjata tajam menggasak uang 295 juta dan empat perampok mengendarai mobil kabur setelah menyekap karyawan Bank.

Masih ada kasus perampokan lain yang hingga kini belum terungkap oleh jajaran Kepolisian dan tidak bisa dijelaskan satu persatu.

Seperti perampokan di rumah pensiunan Jenderal Wayan Mertha Suteja di Jalan Kartini Denpasar. Istri dan pembantu korban diikat dua pelaku dan berhasil menggasak perhiasan emas dan uang tunai.

Lantas dengan maraknya aksi perampokan dan hingga kini belum terungkap sejauh mana peran aparat kepolisian?

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar menghimbau kepada masyarakat, khususnya pihak bank, untuk memperhatikan betul masalah sistem pengamanan. Mengingat kejahatan muncul karena ada niat dan kesempatan.

Menurutnya lagi, keamanan bukanlah hal yang memberatkan melainkan sebuah investasi.

Jadi jangan ada berpikiran ini uang sudah diasuransikan tapi lebih dari itu setiap kejahatan semacam perampokan, nyawa adalah taruhannya,” tegasnya.

Disinggung di tengah gencarnya operasi curat-curas Agung 2009 dan kejahatan masih marak, mantan Kapolresta Balikpapan ini kembali menegaskan kendati melaksanakan operasi bukan berarti bisa menjamin tindak kejahatan menurun.



Untuk itulah peran serta berbagai pihak dalam membantu kepolisian sangat diperlukan termasuk peningkatan sistem pengamanan.

Ditanya indikasi pelakunya, apakah ada kesamaan dengan kasus yang selama ini terjadi, Kombes Sugianyar belum bisa memastikan, termasuk apakah kelompok baru atau residivis.

Kalau sudah tertangkap pasti bisa diketahui. Tunggu saja, petugas reskrim Polda Bali dan Polres Badung sedang menyelidiki, ujarnya optimis. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami