Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Bayi Tanpa Tempurung Kepala Akhirnya Meninggal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bayi penderita enencephaly (lahir tanpa tempurung kepala) dari Dusun Palasari, Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Buleleng, akhirnya meninggal dunia setelah dua hari dirawat di rumahnya di Desa Pemuteran. Sebelumnya bayi malang ini pulang paksa dari RSUP Sanglah akibat terbentur biaya perawatan dan pengobatan.
Rasa duka mendalam dirasakan kedua orang tua bayi penderita enencephaly yang lahir tanpa tempurung kepala, Minggu (13/12). Anak kedua pasangan Made Wenten (31) dan Ni Ketut Sukartini (29) menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.15 Wita. Isak tangis juga tidak henti keluar dari keluarga sederhana itu.
Tadi sekitar jam delapan malam meninggal dunia, kemarin baru pulang paksa dari RSUP Sanglah. Ya, mau gimana, memang keluarga ini tidak punya apa-apa dan terpaksa merawat bayinya itu sehingga meninggal dunia, ungkap Perbekel (kepala) Desa Pemuteran, Ketut Sudharma saat menenangkan kedua orang tua bayi.
Belum diketahui secara pasti rencana penguburan yang dilakukan untuk bayi mungil itu lantaran di Desa Pemuteran sedang dilakukan upacara pengabenan (kremasi jenazah).
Belum, belum kita ketahui, mungkin besok siang, kerena di sini masih ada upacara pengabenan, ujar Sudharma.
Warga Desa Pemuteran yang dikomando Perbekel setempat telah berupaya melakukan pengalian dana. Bahkan dana yang terkumpul telah mencapai hampir Rp 3 juta.
Kami sebelumnya sudah berupaya menggalang dana agar bayi ini bisa menjalani operasi, namun kehendakNya, kita tidak bisa berbuat banyak, papar Sudhrama dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Pemuteran.
Sebelumnya, bayi malang Kamis (3/12) lalu terlahir melalui operasi cesar di RS Kertha Usadha Singaraja. Bayi terlahir tanpa memiliki tempurung kepala (enencephaly).
Akibat terlahir dalam keadaan tidak normal itu, terpaksa menjalani perawatan di RS tersebut selama dua hari sebelum minta pulang karena alasan tidak mempunyai biaya.
Selanjutnya bayi yang lahir dengan bobot 2,4 kg tersebut dijemput paksa oleh pihak RSUD Buleleng untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.
Namun baru dua hari dirawat di RSUP Sanglah, orang tua bayi kembali memaksa minta pulang karena mengaku tidak sanggup membiayainya lantaran dikenakan biaya perawatan sejumlah Rp 1.064.500.
Sang bayi kemudian menjalani perawatan seadanya di rumah hingga meninggal dunia.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8538 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5894 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar