Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
KPA Denpasar Tempuh Upaya Preventif
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyebaran penyakit HIV/AIDS saat ini kian mengkhawatirkan. berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penyakit yang cukup mematikan ini. Salah satunya adalah dengan tindakan preventif promotif.
Hal ini dikatakan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar IGN. Jayanegara, SE, pada rapat evaluasi kegiatan KPA di ruang rapat Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Selasa (12/1).
Jayanegara mengatakan, penanganan penyakit HIV/AIDS memerlukan suatu strategi dan pendekatan yang khusus. Ini karena penderita dari penyakit ini masih menerima stigma yang negatif dari masyarakat. Selan itu, banyak pengidap penyakit ini tidak mau berterus terang dan memeriksakan penyakitnya.
”Hal ini diperparah dengan perlakuan masyarakat yang kurang begitu baik terhadap penderita ODHA,” kata Jayanegara. Untuk itu, kata wakil Walikota Denpasar ini, ke depan KPA Denpasar merancang suatu program yang sifatnya preventif atau pencegahan.
Program ini lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan atau informasi kepada kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi seperti para PSK, pelajar, serta orang yang sering gonta-ganti pasangan.
Kondisi di lapangan juga diakui Jayanegara sebagai hal yang
memberatkan dalam menekan penyebaran HIV/Aids, seperti menjamurnya tempat-tempat hiburan malam dan beberapa hotel atau penginapan yang menyediadakan fasiltas ‘short time’.
”Namun hal ini perlu dilihat sebagai tantangan bagi KPA untuk bekerja lebih. Untuk menghilangkan penyakit ini memang susah, tapi setidaknya dengan tekad dan kemauan serta dukungan semua pihak akan dapat meminalisir dan menghambat laju penyebaran penyakit HIV/AIDS,” katanya.
Sementara itu Sekretaris KPA Kota Denpasar Tri Indarti SKM mengatakan, epidemik HIV/AIDS di Indonesia telah berlangsung lebih dari 20 tahun lalu. Diperkirakan penyebaran penyakit ini akan terus berlangsung dan memberikan dampak yang tidak mudah diatasi.
”HIV/AIDS sudah menjadi permasalahan global dan dapat menurunkan kualitas SDM secara signifikan, karena menyebabkan kematian penduduk usia muda. Untuk itulah diperlukan suatu tindakan dan upaya secara terprogram, terpadu dan berkelanjutan dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat termasuk LSM,”katanya.
Menurutu Tri, orang yang hidup dengan HIV dan AIDSdi Bali saat ini mencapai 4.401 orang. Sistem penularannya ditengggarai lebih banyak melalui pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan melalui hubungan seks. “Yang perlu diwaspadai adalah, angka terbesar yang rentan terhadap kasus ini adalah para remaja dan kelompok usia produktif,” ujarnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan