Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Duktang Sering Lolos, Usul Jalan Layang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seringnya penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas lolos dari pemeriksaan petugas di Pelabuhan Gilimanuk membuat Pemkab Jembrana putar otak. Malah, timbul usulan agar dibuat jalan layang khusus pejalan kaki dan penumpang bus yang tembus ke Terminal Gilimanuk. Usulan tersebut merupakan salah satu kesimpulan dalam rapat koordinasi antar instansi yang dipimpin Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya, Selasa (11/1).
Ketika ditemui seusai meminpin rapat, Suinaya mengatakan pemeriksaan identitas bagi para penduduk pendatang masih saja ada yang lolos. "Hal-hal seperti ini harus diseriusi karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat Bali," katanya. Suinaya mencontohkan jika terjadi gangguan keamanan seperti ledakan bom, tentu yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat Bali sendiri.
"Kami juga merasa malu karena propinsi terus mengucurkan biaya untuk pemeriksaan tapi tetap saja ada yang lolos," tandas Suinaya seraya membeberkan Pemprov Bali memberikan anggaran sebesar Rp. 425 juta untuk biaya operasional. Untuk mengatasi bolong-bolongnya pemeriksaan di Gilimanuk, Suinaya memunculkan gagasan untuk menjadikan pintu masuk Bali itu serba elektrik tanpa petugas pemeriksa dengan harapan memperkecil pungli tetapi pengawasan tetap dilakukan. " Tapi sementara ini kita intensifkan dulu protap yang sudah ada dulu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dafdukcapilnakertrans Jembrana, Dede Heryadhy yang mendampingi Suinaya mengatakan persoalan lainnya adalah angkutan penumpang menurunkan muatannya di tengah jalan untuk diperiksa identitasnya. "Hal ini sangat mengganggu arus lalu lintas dan membuka peluang penumpang bus lolos dari pemeriksaan," katanya.
Untuk itu Dede mengusulkan alternatif lain dengan membangun jalan layang khusus pejalan kaki dari pelabuhan langsung menuju terminal Gilimanuk. "Nantinya pemeriksaan itu dilakukan di jalan layang, sedangkan angkutannya menunggu di Terminal Gilimanuk yang lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan," ungkapnya.
Namun untuk saat ini, Dede mengaku akan mengefektifkan protap yang ada, memberikan pengarahan kepada personil dan menambahkan perangkat bantuan, misalnya CCTV. Dede juga mengaku mengusulkan kenaikan uang makan dari Rp. 30 ribu untuk setiap personil menjadi Rp. 50 ribu. "Saya rasa nilai itu terlalu kecil, apalagi bagi petugas yang rumahnya jauh," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 562 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 523 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 423 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 422 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik