Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Sebelum Lahir Diamputasi, Dilahirkan Dengan Aborsi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Forum Peduli Gumi Bali menilai kelahiran rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali penuh dengan adanya kepentingan, sehingga terkesan sebelum lahir perda RTRWP tersebut telah diamputasi. Lebih parahnya lagi ketika perda tersebut diketok palu atau dilahirkan sudah dibuat semakin melemah dan terkesan lahir dengan cara aborsi. Demikian disampaikan Koordinator Forum Peduli Gumi Bali Wayan "gendo" Suardana saat dialog publik di Wantilan DPRD Bali Renon (25/3).
[pilihan-redaksi]
Menurut Gendo, yang lebih parah lagi begitu dilahirkan dengan cara aborsi, belum dilakukan uji coba dengan cara uji publik perda RTRWP Bali sudah dinyatakan rusak dan tidak bisa diterapkan.
"Seharusnya uji publik dulu untuk melihat dimana kesalahannya. Tapi ini ibarat motor belum dicoba sudah dinyatakan rusak. Terus dimana kesalahannya dan kerusakannya" tegas Wayan "gendo" Suardana.
Gendo juga kembali mempertanyakan kepentingan legislatif membentuk pansus pengkajian RTRWP Bali. Padahal pansus tersebut tidak penting, kecuali ada agenda dari dewan untuk melakukan revisi.
Gendo menambahkan revisi RTRWP Bali sebenarnya baru bisa dilakukan revisi jika sudah diiplementasikan minimal 5 tahun dan itu pun jika ditemukan permasalahan dalam implementasinya. Gendo mencurigai adanya upaya menyandera perda RTRWP Bali agar para bupati tetap bisa mengeluarkan ijin-ijin baru.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1104 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 875 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 696 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 646 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik