Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Asean Perlu Evaluasi Strategi Kemitraan Ekonomi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Negara-negara Asean diingatkan untuk memikirkan kembali strategi bersama dalam meningkatkan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Asean. Demikian disampaikan Presiden Bambang Yudhoyono saat pidato pada pembukaan Pertemuan ke-15 Menteri Keuangan Asean di Nusa Dua Bali, Jumat (8/4).
[pilihan-redaksi]
Menurut Presiden evaluasi strategi bersama dan perubahan komitmen perlu dilakukan untuk menghadapi dampak lanjutan dari krisis ekonomi global dan dampak perubahan iklim.
Negara-negara Asean juga harus mulai melakukan identifikasi terhadap dampak dari krisis global dan perubahan iklim, mengingat saat ini cukup banyak masyarakat Asean yang hidup dibawah garis kemiskinan.
"1,4 miliar penduduk dunia masih berpenghasilan 1,25 dolar Amerika perhari. 118 juta diantaranya hidup di Negara-negara Asean. Artinya kita membutuhkan solusi pemecahan ekonomi rakyat Asean. Masyarakat masih hidup dibawah kemiskinan, tidak punya kemampuan menabung, meminjam dan membayar asuransi," papar Presiden.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan Asean saat ini menghadapi tantangan multidimensi ditengah tekanan harga komuditas utama seperti minyak dan pangan.
Disisi lain dampak perubahan iklim juga sangat mempengaruhi ketersediaan komoditas utama seperti beras dan gula.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1606 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun