Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Program Santunan Seniman Miskin Tidak Maksimal
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaporkan bahwa Program santunan bagi seniman dan budayawan tidak mampu secara ekonomi hingga saat ini masih minim respon dari pemerintah daerah. Kondisi ini dibuktikan sejak 3 tahun penerapan program santunan bagi maestro dhuafa, tercatat baru 30 seniman dan budayawan miskin di Indonesia yang mendapatkan santunan sebesar Rp. 1,5 juta per orang per bulan.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Budi Priyadi pada keteranganya di Denpasar menyatakan keterbatasan data dari pemerintah daerah menyebabkan program santunan bagi maestro belum berjalan secara maksimal. Padahal pemerintah daerah yang sebetulnya mengetahui para budayawan dan seniman yang masih hidup dengan keterbatasan ekonomi.
“Kendala kita mencari orang agak sulit, jadi kalau kita temukan baru kita kontak, kendala kita informasi kita kurang dari daerah-daerah dari teman-teman yang
tahu, kalau ada informasi tolong sampaikan kepada kami dan kami akan berikan santunan langsung,” ujar Budi Priyadi
Budi Priyadi menyebutkan sebenarnya sangat banyak seniman dan budayawan yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ini karena menjadi seniman dan budayawan di Indonesia bukan sesuatu yang menjanjikan dari segi ekonomi. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1990 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun