Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pemimpin Politik Harus Dengar Suara Masyarakat
badung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Nusa Dua. Para pemimpin politik di Indonesia diingatkan untuk selalu mendengarkan suara masyarakat yang disuarakan melalui media sosial. Sebab Media sosial selama ini telah memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasinya sebagai bentuk implementasi demokrasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers disela-sela Bali Demokrasi Forum di Nusa Dua Bali (8/12/2011).
Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan suara masyarakat yang tertuang dalam media sosial merupakan suara nyata yang harus ddidengarkan. Sehingga wajib bagi semua pemegang kebijakan dan pemimpin politik untuk selalu merespon suara masyarakat dalam media sosial.
“Baik bagi semua pemegang kebijakan, semua pemimpin politik , itu membaca apa yang menjadi aspirasi masyarakat, maksud saya bisa yang melalui media massa, Koran, majalah, televisi, radio, maupun yang melalui sosial media, maupun percakapan di warung kopi, yang tidak semuanya masuk dalam formal dalam konvensional media,” ujar Susilo Bambang
Yudhoyono.
Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan jika semua pemegang kebijakan dan pejabat politik mampu mengakomodasi suara masyarakat yang dituangkan dalam media sosial maka pemegang kebijakan akan tahu apa keinginan masyarakatnya. Selain itu melalui media sosial para pemegang kebijakan juga akan tahu respon masyarakat terhadap kebijakan yang telah dijalankan. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun