Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Pemimpin Politik Harus Dengar Suara Masyarakat
badung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Nusa Dua. Para pemimpin politik di Indonesia diingatkan untuk selalu mendengarkan suara masyarakat yang disuarakan melalui media sosial. Sebab Media sosial selama ini telah memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasinya sebagai bentuk implementasi demokrasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers disela-sela Bali Demokrasi Forum di Nusa Dua Bali (8/12/2011).
Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan suara masyarakat yang tertuang dalam media sosial merupakan suara nyata yang harus ddidengarkan. Sehingga wajib bagi semua pemegang kebijakan dan pemimpin politik untuk selalu merespon suara masyarakat dalam media sosial.
“Baik bagi semua pemegang kebijakan, semua pemimpin politik , itu membaca apa yang menjadi aspirasi masyarakat, maksud saya bisa yang melalui media massa, Koran, majalah, televisi, radio, maupun yang melalui sosial media, maupun percakapan di warung kopi, yang tidak semuanya masuk dalam formal dalam konvensional media,” ujar Susilo Bambang
Yudhoyono.
Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan jika semua pemegang kebijakan dan pejabat politik mampu mengakomodasi suara masyarakat yang dituangkan dalam media sosial maka pemegang kebijakan akan tahu apa keinginan masyarakatnya. Selain itu melalui media sosial para pemegang kebijakan juga akan tahu respon masyarakat terhadap kebijakan yang telah dijalankan. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1100 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 869 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 692 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 643 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik