Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Stigma Negatif Pengidap HIV-AIDS Masih Kuat

Selasa, 27 Maret 2012, 20:57 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Stigma negatif kepada para pengidap HIV/Aids masih kuat di masyarakat. Hal itu menyulitkan proses penyembuhan atau menyelamatkan mereka dari kematian. Menurut Dr Harianto dari SMF Pusdokkes Mabes Polri, mereka yang menjadi korban HIV/Aids kondisinya ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Selain harus kesakitan melawan penyakit mematikan itu, mereka dan keluarganya harus menanggung sanksi sosial cukup berat seperti dikucilkan.

"Dimana-mana pengidap HIV/Aids mengalami stigma negatif seperti itu. Ini harus segera diakhiri semua pihak harus mengambil peranan untuk  menghapus stigma tersebut,"kata Harianto di sela pelatihan training of trainer program pencegahan penanggulangan HIV/Aids jajaran Polda Bali di Kuta, Selasa (27/3/2012).

Dicontohkan, perlakuan atau diskriminasi terhadap keluarga pengidap HIV, baik saat meninggal maupun dalam perawatan sangat berlebihan, seolah-olah penyakit mematikan tersebut bisa ditularkan dengan mudah. Padahal, virus tersebut tidak bisa ditularkan ke orang lain hanya karena salaman, berciuman pipi, bersenggolan atau aktivitas lainnya.

"Paling banyak virus ini menular lewat jarum suntik bergantian maupun hubungan seks tidak aman seperti berganti-ganti pasangan," jelasnya didampingi Media Relation Offiicer Komisi Penanggulangan Aids Provinsi (KPAP) Bali Juni Ambara dalam acara yang dihadiri 30 peserta. Akibat stigma negatif, lanjut dia, tidak hanya melemahkan semangat hidup korban namun juga keluarganya. Mereka harus menanggung malu apalagi jika kemudian pecandu berat obat terlarang seperti narkoba.

Diingatkan, jangan sampai stigma negatif itu terus berkembang karena itu tidak akan menyembuhkan bahkan membuat jiwa para pencandu itu terguncang. Jika mereka ditinggalkan atau dijauhi maka hal itu akan membuat upaya untuk kesembuhahan para penderita HIV akan semakin jauh dari harapan. Dari data yang dihimpunnya, penularan HIV didominasi lewat dua hal yakni jarum suntik dan hubungan seksual tidak aman dengan prosesntase masing-masing 49 persen 51 persen.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami