Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Kondisi Museum Purbakala Memprihatinkan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lengang dan sepi itulah gambaran keberadaan Museum Manusia Purbakala yang terletak di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Melaya, padahal museum ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi.
Dari data pengunjung, diketahui sejak awal 2012 hingga sekarang, hanya kalangan pelajar yang mendominasi kunjungan. Sedangkan untuk pengunjung umum masih sepi. Tercatat hanya 13 pengunjung umum yang berkunjung ke museum tersebut, tiga diantaranya tamu asing yang datang untuk melakukan penelitian bulan Maret lalu. Sementara 10 pengunjung umum sisanya adalah tamu domestik yang diketahui hanya sekedar mampir.
Dari kalangan pelajar tercatat 169 pengunjung mulai dari tingkat SD, SMP dan SLTA. Disamping itu kondisi ruangan tempat penyimpanan benda purbakala tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan peralatan. Bahkan museum ini tidak memiliki mes untuk karyawannya, sehingga petugas museum yang kebetulan asal luar Jembrana terpaksa harus tidur di dalam museum dengan menggelar tikar seadanya.
Disisi lain halaman museum yang cukup luas juga kondisinya sangat memprihatinkan, sampah berserakan. Rumput terlihat tinggi karena tidak pernah dipotong. Hal ini bisa terjadi lantaran hanya ada lima orang yang bertugas di museum tersebut. Kondisi ini diakui oleh Koordinator Museum, I Gede Bagus Ketut Ari Susila.
Menurutnya sejak museum tersebut diresmikan pada tahun 1994, kondisinya selalu seperti itu. Jumblah pengunjung umum masih minim hingga sekarang ini. Lain halnya dengan pertengahan semester sekolah dan akhir semester, para pengunjung dari kalangan sekolah bisanya berbondong-bondong untuk datang mengunjungi museum. Itupun himbauan dari Kabupaten. Mulai dari TK sampai SMA menjelang kenaikan dan jika ada kegiatan kemah, pasti selalu dianjurkan untuk datang ke sini, ucapnya.
Ari menjelaskan, tamu asing juga jarang datang untuk mengunjungi museum. Beberapa tamu yang datang paling datang untuk melakukan penelitian. Sedangkan para pengunjung umum, hanya datang karena sekedar lewat. Apalagi menurutnya, letak museum memang agak tersembunyi. Menurutnya saat ini museum dalam taraf promosi. Namun tahap promosi inipun bisa dikatakan lumpuh. Pasalnya, pihak museum hendak mempromosikan keberadaan museum tersebut lewat web, namun kenyataan komputerpun tidak ada. “ jangankan komputer, brosur tentang museum saja tidak ada.” Pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 201 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 157 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 140 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 136 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 120 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar