Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Tiap Tahun, 500 Ibu Hamil di Bali Positif AIDS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sekitar 500 ibu hamil di Bali diperkirakan positif HIV/AIDS tiap tahunnya. Sementara jumlah ibu hamil di Bali setiap tahunnya sekitar 50.000 orang.
Hasil penghitungan secara statistik epidemiologi menunjukkan bahwa sekitar 500 ibu hamil di Bali diperkirakan positif HIV/AIDS tiap tahunnya. Apalagi dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi (perbandingan jumlah kasus HIV/AIDS pada ibu hamil dengan jumlah populasi ibu hamil di Bali) secara rata-rata pertahun sebesar 1 persen. Sedangkan jumlah ibu hamil di Bali setiap tahunnya sekitar 50.000 orang.
"Para ibu hamil tersebut tertular HIV/AIDS dari suami yang memiliki kecenderungan berganti-ganti pasangan seksual. Polanya dari suami yang berganti-ganti pasangan seksual, kemudian menularkan kepada istrinya di rumah,” jelas Ketua Pokja Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali Prof. Dr. dr. I Dewa Nyoman Wirawan, MPH, di Denpasar (31/8/2012).
Prof. Wirawan memaparkan penularan HIV/AIDS dari suami tidak terhenti pada istri. Penularan akan berlanjut pada anak yang dikandung oleh istri yang terinfeksi dari suami. Mengingat kemungkinan penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke anak potensinya cukup besar.
“ Kalau 500 ibu hamil tertular setiap tahun, lalu yang menular ke bayinya sekitar separuh biasanya, berarti sekitar 250 setahun,” ujar pakar epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Menurutnya, penularan HIV/AIDS dari ibu kepada anaknya tidak serta merta dapat diamati. Penularan biasanya baru terdeteksi pada saat balita telah berumur antara 4-6 tahun. Dokter biasanya juga mengalami kesulitan dalam mendeteksi sakit yang diderita oleh balita. Gejala yang lumrah timbul apabila balita tersebut terinfeksi adalah balita tersebut mengalami gizi buruk atau mengalami diare yang berkepanjangan.
“Aneh ada gizi buruk di desa di kota, kadang-kadang anaknya mencret terus, seperti batuk terus, dokternya ada yang curiga ada yang tidak, kalau dites positif itu,” paparnya.
Ia menuturkan jika pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dapat dideteksi lebih awal dan diberikan pengobatan ARV secara rutin maka akan mampu menekan penularan hingga 90 persen lebih. Catatannya adalah pasien bersedia minum ARV secara kontinyu untuk membantu menjaga ketahanan tubuhnya. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya penanganan dan pengobatan awal bagi pasien HIV/AIDS guna membantu melawan penyakit yang ada di dalam tubuhnya.
Ia menyebutkan tantangan lainnya dalam penanggulangan HIV/AIDS yang cukup penting adalah penyediaan akses kesehatan yang lebih terbuka dan luas pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kedepan juga perlu dipikirkan untuk pengembangan pelayanan kesehatan bagi ODHA di seluruh rumah sakit tingkat kabupaten/kota. Apalagi selama ini semua masih terfokus ke rumah sakit umum pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.
“Kita harus kembangkan di Singaraja, Bangli dan Karangasem, Puskesmas juga harus dikembangkan menjadi pusat-pusat layanan sehingga lebih dekat dengan desa dan kecamatan,” ucapnya.
Wirawan menambahkan, tantangan lainnya datang dari segi tenaga medis. Dimana para tenaga medis juga masih agak risih untuk memulai. Permasalahannya bukan saja dari segi pengecekan kesehatan, tetapi juga pada pemberian takaran obat. Belum lagi jika pasien adalah anak yang telah positif terinfeksi HIV/AIDS. Mengingat sebelumnya obat bagi anak-anak yang positif HIV/AIDS harus diberikan obat yang digerus. Berbeda dengan obat yang ada saat ini yang telah tersedia dalam bentuk cair khusus bagi anak-anak yang positif HIV/AIDS.
“Ketika menggunakan obat yang digerus mereka takut salah dalam memberikan takaran obat, tetapi sekarang ada berita bagus dari Depkes ada obat cair untuk anak” ujarnya.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1170 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 741 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 680 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik