Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
PHDI Himbau Hari Raya Tidak Ditunggangi Politik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali menghimbau dan mengharapkan agar sarana, prosesi ritual keagamaan dan budaya dalam rangkaian hari raya Nyepi Isaka 1935, Galungan dan Kuningan tidak ditunggangi oleh hal yang terkait dengan politik, menjelang pemilihan kepala daerah Mei mendatang. Hal ini disampaikan Majelis umat Hindu Provinsi Bali, Putu Wirata Dwikora, selaku perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
"Hari Raya Keagamaan umat Hindu yakni Nyepi Tahun Baru Saka 1935, Galungan dan Kuningan yang dimulai pada akhir Maret sampai dengan April tahun 2013 ini, bertepatan dengan rangkain pemilihan Kepala Daerah (Pilgub Bali) seperti sosialisasi paket Cagub-Cawagub maupun tahapan pilkada lain seperti kampanye serta kegiatan-kegiatan politik lainnya," ujarnya.
"Untuk itu, kami menghimbau dan mengharapkan agar sarana, prosesi ritual keagamaan dan budaya dalam rangkaian hari raya Nyepi Isaka 1935, Galungan dan Kuningan tidak ditunggangi oleh hal yang terkait dengan politik menjelang pemilihan Kepala Daerah Mei mendatang,"imbuhnya.
Terkait dengan kondisi politik yang sangat rentan dengan gesekan yang dapat memicu kesalahpahaman sehingga menimbulkan konflik, PHDI mengharapkan supaya semua komponen terkait mulai dari aparat desa hingga kepolisian berupaya meminimalisir hal-hal yang berpotensi menimbulkan ketegangan situasi, seperti meniadakan segala atribut cagub-cawagub, partai politik, stiker, spanduk, baliho dan sarana politis pada waktu pelaksanaan arak-arakan ogoh-ogoh, pemelastian, dan rangkaian kegiatan keagamaan lainnya terkait dengan pelaksanaan Nyepi, Galungan dan Kuningan ini.
"Hal ini penting guna menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian, tetap terjaga suasana khidmat dan kesucian dalam rangkaian hari raya suci umat Hindu serta yang lebih penting lagi adalah suasana keamanan dan kondusif di masyarakat, sehingga citra Bali dan umat Hindu selalu terjaga serta kehidupan toleransi antar umat dan masyarakat di Bali selalu dapat menjadi contoh bagi orang lain dalam menjaga keindahan, keharmonisan dalam keanekaragaman di Indonesia," ujarnya, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi beritabali.com, hari ini (7/3/2013).
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8141 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5673 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3549 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2399 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan