Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
2 Tahun Lebih Wakil Gubernur Tidak Ngantor
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. "Wakil Gubernur Bali AA Puspayoga sudah dua tahun lebih tidak ngantor,"jelas Gubernur Bali menjawab pertanyaan warga Buleleng Dewa Puja Suradnya saat simakrama di Singaraja, Sabtu 13 April 2013. “Saya tidak bisa menegur beliau, karena posisi kami ada dalam satu kotak hirarki dalam Pemerintahan Propinsi Bal”.
Menurut Gubernur Mangku Pastika, sesungguhnya apa yang gubernur pikirkan dan lakukan untuk Bali juga jadi pemikiran seorang wakil gubernur. Dalam Tugas pokok dan Fungsi (Tupoksi) wakil gubernur bukan SKPD tersendiri, tapi ada dalam satu ‘kotak’ dengan gubernur, “Dalam kondisi ini, kan wakil gubernur tidak perlu ditegur. Kita sudah sama-sama dewasa. Seharusnya dia paham”.
Menjawab pertanyaan tentang bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) tidak hadir dalam Musrembang Bali, Mangku Pastika bisa mengerti bila Bupati PAS sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi waktu acara itu ada Menteri Bappenas, “Jarang-jarang ada menteri yang turut dalam Musrembang dan juga ada Dirjen perimbangan keuangan dari kementrian Keuangan. Yang akan mengalokasikan anggaran kita itu, ya mereka itu. Satu perencana, satu yang menetukan uangnya”.
Tapi kata Mangku Pastika, walau bupatinya tidak hadir yang pasti ada gubernurnya yang akan memperjuangkan Buleleng. Kenapa demikian, karena tingkat kemiskinan paling tinggi dan paling luas ada di Buleleng. Alokasi anggaran paling banyak di Buleleng, dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Dari 6000 rumah yang diperbaiki selama ini, hampir 2000 itu ada di Buleleng.
Buleleng itu Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya 122 miliar tahun 2013. Sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 1,1 Triliun, “980 miliarnya darimana uangnya? Pernah tidak kita menghitung 980 miliar itu dari mana? Itu dari pusat uangnya dan dari propinsi”.
Paling gampang menghitungnya berapa kabupaten/kota perlu dana dari pusat dan propinsi, caranya kata Mangku Pastika, tanya berapa APBD kabupaten/kota, lalu tanya berapa juga PAD nya…kurangi. Baru kita bisa tahu, bahwa ada uang lain yang berasal dari pemerintah pusat dan propinsi, “Pasti uang itu tidak jatuh dari langit”.
Mangku Pastika memberi contoh, Bangli itu PAD-nya 30 miliar. APBD-nya 770 miliar, “Berarti 740 miliar dibayarin siapa? Mari kita fair pada rakyat. Mari berhitung tanpa mempolitisasi. Cobalah kita hitung hitung. Semua PNS di daerah itu dibayar pemerintah pusat. Tidak ada dibayar oleh pemerintah daerah. Semua PNS itu yang dituangkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK), kalau tidak ada pemerintah pusat kita tidak bisa bayar PNS. Jadi kita tidak boleh sombong. Bayar gaji saja tidak cukup. Gitu dong. Sehingga rakyat tahu. Bahwa kita berjuang terus untuk mendapat lebih, ya. Tapi berjuang dengan cara yang masuk akal”. (Adv)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 930 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 772 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 586 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 549 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik