Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Dituntut Dua Tahun, Guru Pencabul Divonis Bebas
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Diam-diam Pegawai Negeri Sipil (PNS), I Nyoman Soma (52) asal Banjar Biaung, Desa Ped, Nusa Penida, yang didakwa atas kasus pencabulan, sudah divonis bebas.
Padahal sebelumnya, guru yang diduga melakukan pencabulan kepada keponakanya, Ni Wayan Sadri ini dituntut hukuman 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menyikapi putusan ini, JPU pun langsung mengajukan kasasi.
Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Suhadi pada Selasa (11/06). Dia menyampaikan ada empat faktor yang menyebabkan Soma divonis bebas.
Diantaranya, keterangan saksi korban yang diragukan, selanjutnya keterangan saksi bersifat testimoni di audit, artinya para saksi hanya menyampaikan kesaksian berdasarkan keterangan dari orang lain.
Di samping itu, hasil visum juga menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Atas dasar pertimbangan tersebut, Hakim Ketua, Tjokorda Artana, yang memimpin sidang mengetok palu dengan vonis bebas terhadap pelaku (Soma). Namun, atas dasar putusan bebas tersebut, JPU langsung mengajukan kasasi. Oleh karena itu, semua pihak termasuk juga Suhadi hanya dapat menunggu hasil kasasi.
Sebelumnya, pada tanggal 26 Februari 2013, pangacara Soma, Tehenen Tarigan sempat menyatakan kalau kasus yang dialami oleh kliennya masih prematur. Alasannya, Tarigan melihat untuk sebuah kasus pencabulan tidak akan begitu sulit untuk mencari bukti. Tetapi dalam kasus Soma ini, Tarigan melihat pihak penyidik sangat sulit mencari bukti, bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikatakan harus bolak-balik P19 untuk menetukan unsur-unsur yang diperlukan.
Dugaan kasus pencabulan oleh I Nyoman Soma ini, sebelumnya terjadi pada Minggu (6/1) tahun 2012 lalu. Korban, Ni Wayan Sandri mengaku sempat dipeluk dan mencoba mencium korban secara paksa.
Meskipun korban sudah sempat menghindar dan melarikan diri. Namun pelaku tetap mengikuti korban, dan melanjutkan aksinya di lokasi sepi. Atas tindakan Soma, yang notabene masih pamannya, Sadri pun melapor ke Polres Klungkung.
Tak berhenti hanya pada pelaporan, pada tanggal 15 Januari 2013, Sadri kembali mendatangi Polres Klungkung guna menanyakan kelanjutan kasusnya. Ketika itu, Sadri datang dengan didampingi oleh Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Wayan Sarjana.
Sayangnya, kedatangan Sandri ke Polres berbuntut panjang, pada tanggal 17 Januari 2013, giliran Soma beserta ratusan warga Banjar Biaung, Desa Ped, yang mendatangi gedung DPRD Klungkung. Pokok pembicaraan warga di gedung DPRD ketika itu adalah, agar berkas tindakan cabul Soma itu tidak dilimpahkan ke kejaksaan.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8524 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5871 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2517 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar