Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Lokasi Bandara Buleleng Yang Tak Kunjung Jelas
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Untuk pemerataan pembangunan kawasan Bali utara dan selatan, pemerintah merencanakan pembangunan sebuah bandar udara di Kabupaten Buleleng. Namun hingga kini dimana lokasi pembangunan Bandara Buleleng ini masih belum jelas.
Rencana pembangunan bandara di Bali utara ini sebelumnya getol disampaikan mantan Menteri Budaya dan Pariwisata, yang kini menjabat Menteri ESDM, Jero Wacik. Dalam sebuah acara di Desa Kedisan Batur beberapa waktu lalu, Jero Wacik sempat berujar bandara baru Buleleng akan dibangun persis di balik atau sisi utara Gunung Batur.
"Perekonomian dan pariwisata di wilayah Batur dan Kintamani Bangli akan semakin maju, karena di balik Gunung Batur itu, nantinya akan berdiri sebuah bandara baru," kata Wacik.
Jika melihat peta Bali, maka wilayah yang dikatakan Jero Wacik terletak di sebelah utara Gunung Batur adalah Kubutambahan dan Tejakula.
Menurut Wacik, bandara baru di Buleleng ini diharapkan sudah selesai dibangun dan bisa didarati pesawat pada tahun 2014.
Sebelumnya muncul dua alternatif lokasi bandara baru di kabupaten Buleleng. Alternatif pertama merekomendasikan lokasi bandara internasional Buleleng terletak di kawasan perbatasan timur Kabupaten Buleleng. Alasannya, lokasi Bandara di kawasan perbatasan timur kabupaten Buleleng ini untuk menyeimbangkan konsentrasi pembangunan antara Bali bagian utara dan selatan.
Alternatif lokasi kedua merekomendasikan wacana bandara internasional Buleleng dibangun di kawasan barat Buleleng, atau di dekat Kota Singaraja.
Mengenai rencana pembangunan Bandara Buleleng, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, Pemerintah Pusat telah menetapkan lokasi rencana pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara. Lokasi yang dipilih adalah Kawasan Kubutambahan.
Uji Kelayakan Lokasi Pembangunan Bandar Udara Internasional Buleleng (BIB) di Bali Utara ini, jelas Agus, telah dipaparkan Kementerian Perhubungan bersama Angkasa Pura di hadapan Bupati Buleleng, di Jakarta.
"Pemerintah Pusat telah menetapkan lokasi rencana pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara dengan menetapkan lokasi di Kawasan Kubutambahan. Uji Kelayakan Bandara sudah selesai dan tempatnya ditetapkan di Kubutambahan,"jelasnya, saat akan menyerahkan bantuan pendidikan, Jumat (25/1/2013) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Majapahit Kampus Bungkulan.
"Selanjutnya mereka siap untuk mendiskusikan, bertemu dengan gGubernur Bali untuk membuat laporan tentang kepastian analisa tempat dulu. Yang jelas prinsipnya bagaimana masyarakat di Kubutambahan bisa berdaya, yang penting masyarakat saya bisa menikmati, sehingga kita tidak menjadi penonton di daerah kita sendiri,” ujarnya.
Agus Suradnyana mengakui, rencana pembangunan Bandara tersebut menjadi rebutan Kabupaten Karangsem, Buleleng dan Jemberana.
“Dari sekian kriteria yang ada, akhirnya jatuh di tiga tempat di Buleleng. Pertama Gerokgak, kedua Celukan Bawang, dan ketiga Kubutambahan. Dari tiga tempat tersebut akhirnya dipilih dari kritria yang ada di Kubutambahan dengan nilai 92,50,” papar Agus Suradnyana.
Dari hasil studi kelayakan yang telah dilakukan tersebut selanjutnya direncanakan proses lanjutan untuk memastikan pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Utara dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Propinsi Bali termasuk menyiapkan sejumlah dana pendamping.
Dari informasi yang dikumpulkan, rencana Pembangunan Proyek Bandara Udara Internasional di Bali Utara merupakan Program Nasional. Bahkan tahun ini Pemerintah Pusat telah menjadwalkan akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara. Bandara ini akan dibangun serupa dengan Bandara Internasional di Lombok dengan memanfaatkan satu run way atau landasan pacu pesawat.
Meski wilayah Kubutambahan sudah disebut-sebut sebagai bakal lokasi pembangunan Bandara Buleleng, namun Pemerintah Provinsi Bali menyatakan saat ini masih tengah mempelajari studi kelayakan (feasibility study) untuk penentuan lokasi pembangunan bandara di kawasan Buleleng.
“Sudah ada feasibility study-nya, sedang dipelajari, di sebelah mana bandara baru itu akan dibangun. Kemungkinan bisa di bagian barat atau di bagian timur Buleleng,” jelas Gubernur Bali, Made Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu (29/6/2013).
Pastika menyatakan, Pembangunan Bandara di Buleleng dipastikan akan terwujud jika didukung oleh semua pihak.
Setelah lokasi pembangunan Bandara Buleleng ditentukan, kata Pastika, pemerintah harus mencari lahan minimal seluas 1.000 hektar dan termasuk pembebasan lahan dan infrastruktur penunjang lainnya.
“Urusan Bandara bukan sekelas gubernur, apalagi bupati. Ini urusan menteri perhubungan, jaringan nasional, dan internasional. Hanya yang punya jaringan yang bisa mewujudkan ini. Menteri Perhubungan Mangindaan sudah bicara pada saya bahwa Bandara di Buleleng pasti dibuat," tegas Pastika, dalam sebuah acara 2 Mei 2013. (litbang bbcom)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1170 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 740 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 679 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik