Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Harga Gas Elpiji di Jembrana Melonjak
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu, ternyata juga berdampak pada harga gas elpiji ukuran tiga kilo gram. Sejak seminggu lalu, harga gas elpiji ini naik tajam di tingkat pengecer, dengan tingkat kenaikan bervariasi tergantung kondisi daerah masing-masing.
Seperti yang terjadi di beberapa wilayah Jembrana, harga gas elpiji sejak seminggu lalu justru melambung tinggi dari standar harga yang telah di tentukan. Di Banjar Bumbungan, Desa Yehembang, Mendoyo misalnya, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di wilayah ini mencapai Rp 17 hingga Rp 18 ribu per tabung, padahal sebelum BBM naik harganya hanya Rp 15 ribu.
Sedangkan harga normal saat ini hanya Rp 14 ribu per tabung. Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram di wilayah ini menurut sejumlah pengecer, Selasa (2/7) lantaran jarak tempuh untuk mendistribusikannya sangat jauh, sehingga membutuhkan dana operasional yang lebih tinggi. Sementara harga BBM naik, sehingga jalan satu-satunya harus menaikan harga gas elpiji tersebut.
“ Banjar Bumbungan itu kan jaraknya jauh dari pasar Yehembang. Bolak-balik bisa menghabiskan bensin lima liter, kalau harga gas tidak dinaikan saya bisa rugi,” terang Ni Luh Sukasih (43) salah seorang pengecer gas elpiji tiga kilogram asal Banjar Bumbungan, Yehembang.
Namun menurutnya harga gas elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer yang lokasinya agak dekat perkotaan hanya Rp 15 ribu pertabung.
“ Yang jelas kenaikannya tergantung jarak tempuh pendistribusian,” imbuhnya.
Sementara di wilayah Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1000 dari harga normal. Sebelum harga BBM naik, harga gas elpiji tiga kilogram diwilayah ini hanya Rp 14 ribu, namun kini dijual dengan harga Rp 15 ribu.
“ Naiknya sekitar seribu rupiah per tabung, tapi ada juga naik hingga dua ribu rupiah. Kenaikan ini karena pengaruh BBM naik,” terang Sigit (35) salah seorang pengecer gas elpiji tiga kilogram asal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring.
Dia mengaku mengambil gas elpiji dari salah seorang pengepul di Tegalcangkring seharga Rp 14 ribu pertabung.
“ Saya hanya cari untung seribu rupiah per tabung, kalau tidak begitu jelas saya rugi karena harga BBM Naik,” imbuhnya. (jsp)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik