Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Harga Gas Elpiji di Jembrana Melonjak
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu, ternyata juga berdampak pada harga gas elpiji ukuran tiga kilo gram. Sejak seminggu lalu, harga gas elpiji ini naik tajam di tingkat pengecer, dengan tingkat kenaikan bervariasi tergantung kondisi daerah masing-masing.
Seperti yang terjadi di beberapa wilayah Jembrana, harga gas elpiji sejak seminggu lalu justru melambung tinggi dari standar harga yang telah di tentukan. Di Banjar Bumbungan, Desa Yehembang, Mendoyo misalnya, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di wilayah ini mencapai Rp 17 hingga Rp 18 ribu per tabung, padahal sebelum BBM naik harganya hanya Rp 15 ribu.
Sedangkan harga normal saat ini hanya Rp 14 ribu per tabung. Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram di wilayah ini menurut sejumlah pengecer, Selasa (2/7) lantaran jarak tempuh untuk mendistribusikannya sangat jauh, sehingga membutuhkan dana operasional yang lebih tinggi. Sementara harga BBM naik, sehingga jalan satu-satunya harus menaikan harga gas elpiji tersebut.
“ Banjar Bumbungan itu kan jaraknya jauh dari pasar Yehembang. Bolak-balik bisa menghabiskan bensin lima liter, kalau harga gas tidak dinaikan saya bisa rugi,” terang Ni Luh Sukasih (43) salah seorang pengecer gas elpiji tiga kilogram asal Banjar Bumbungan, Yehembang.
Namun menurutnya harga gas elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer yang lokasinya agak dekat perkotaan hanya Rp 15 ribu pertabung.
“ Yang jelas kenaikannya tergantung jarak tempuh pendistribusian,” imbuhnya.
Sementara di wilayah Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1000 dari harga normal. Sebelum harga BBM naik, harga gas elpiji tiga kilogram diwilayah ini hanya Rp 14 ribu, namun kini dijual dengan harga Rp 15 ribu.
“ Naiknya sekitar seribu rupiah per tabung, tapi ada juga naik hingga dua ribu rupiah. Kenaikan ini karena pengaruh BBM naik,” terang Sigit (35) salah seorang pengecer gas elpiji tiga kilogram asal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring.
Dia mengaku mengambil gas elpiji dari salah seorang pengepul di Tegalcangkring seharga Rp 14 ribu pertabung.
“ Saya hanya cari untung seribu rupiah per tabung, kalau tidak begitu jelas saya rugi karena harga BBM Naik,” imbuhnya. (jsp)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2799 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1084 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 477 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 392 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun