Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Sakit 2 Tahun, Penderita Lupus Perlu Bantuan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sungguh malang nasib Ni Komang Erawati (35) warga banjar Pendem Desa Manistutu Kecamatan Melaya, Jembrana ini. Selama 2 tahun dia menderita penyakit Lupus yang diketahui belum ada obatnya ini. Ibu dari 3 anak ini harus melawan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Akibat penyakitnya tersebut Erawati hanya bisa duduk saja.
Menurut Erawati, sebelum penyakit langka ini menimpanya, dia merasakan rasa sakit pada persendiannya disertai dengan bintik bintik merah disekujur tubuhnya. selama setahun mengalami sakit, dia masih bisa berkativitas, namun setelah setahun lebih penyakitnya ini semakin parah.
"semenjak baru sakit saya masih bisa beraktivitas, tapi setelah setahun tubuh saya gak bisa digerakkan dan terasa semakin sakit," ungkap Erawati saat ditemui di rumah orang tuanya, Senin (8/7/2013).
Segala usaha pengobatan sudah dilakukannya, seperti pengobatan tradisional maupun medis namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Sementara Suami Erawati I Komang Tarwa (40) mengatakan, istrinya tersebut sudah dibawa ke RS Sanglah, dengan menggunakan tanggungan Jamkesmas, dan saat ini masih dalam proses pemulihan dan melakukan kontrol setiap minggunya.
"Setiap seminggu sekali istri saya melakukan kontrol ke RS Sanglah, tiap sekali jalan biaya jalan menghabiskan uang Rp 200 ribu. Untuk biaya kontrol itu saya harus meminjam uang ke sana sani," ujarnya.
Selama 2 tahun merawat dan membiayai istrinya, Komang Tarwa hanya bisa pasrah, uang dari hasil buruh serabutan tidak mampu mencukupi biaya pengobatan dan keperluan sehari hari. Bahkan anak keduanya Ni Made mariani (12) tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena orang tuanya tidak memiliki biaya dan sudah banyak memiliki hutang untuk biaya pengobatan istrinya. Padahal buah hatinya tersebut ingin bersekolah. Sementara anak ketiganya Komang Paramita Suci (7) masih duduk di bangku sekolah dasar juga masih memerlukan biaya.
Untuk mempermudah proses pengobatan, Ni Komang Erawati kini tinggal bersama orang tuanya Nyoman Paret (55). Mereka berharap kepada Pemerintah terkait bisa meringankan beban mereka dengan membantu biaya kontrol ke RS Sanglah dan bantuan biaya sekolah anaknya agar tidak sampai putus sekolah. (jsp)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 684 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik