Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Wacik : Feeling Saya, Bandara Dibangun di Kubutambahan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lokasi dibangunnya bandara di Bali utara kembali tak jelas. Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan, belum tentu bandara di Bali utara dibangun di wilayah Sumberkima, seperti yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika belum lama ini.
"Kata siapa itu dibangun di Sumberkima? Begini ya, bandara, apalagi bandara internasional, kewenangan (pembangunannya) ada di Menteri Perhubungan. Karena yang paling utama adalah keselamatan penerbangan. Jadi kita tunggu Menteri Perhubungan lah, karena itu ahlinya Menteri Perhubungan,"ujar Wacik, di Sanur, Minggu malam (21/7/2013).
Jero Wacik menyatakan, dirinya berkeyakinan bandara di wilayah Bali utara akan dibangun di wilayah timur Buleleng yakni Kubutambahan, dan tidak di bagian barat di wilayah Sumberkima.
"Saya pernah terbang melintasi wilayah Kubutambahan, saya ambil foto, yang paling enak memang di wilayah Kubutambahan, karena di sana tidak ada gunung, datar, dari timur ke barat bagus, rata. Jadi feeling saya, bandaranya akan dibangun di Kubutambahan,"ujar pria yang pertama kali mencetuskan ide pembangunan bandara di Bali utara, saat menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Apa yang disampaikan Jero Wacik ini tentu bertentangan dengan apa yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika belum lama ini. Pastika menyatakan bandara di Buleleng akan dibangun di wilayah Sumberkima (Buleleng bagian Barat).
"Sudah kita putuskan, lokasinya di Buleleng bagian barat, di wilayah Gerokgak," kata Made Mangku Pastika, di Denpasar, (9/7/2013).
Pastika menyatakan, keputusan bandara di Buleleng barat setelah melalui kajian kajian dari berbagai aspek.
"Di Buleleng bagian barat penduduknya jarang, lahan di sana kering tidak produktif, diapit 2 kawasan wisata, ada pelabuhan laut, jadi nanti mudah untuk bawa bahan bakar pesawat. Lokasi di barat juga gampang serap pasar dari Jawa Timur, banyak hal, aspek sosial budaya," paparnya. (dev)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan