Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanami Pisang
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Jalan desa sepanjang 2 km yang menghubungkan Banjar Tibu Sambi dengan Banjar Nusa Mara, Desa Yeh Embang Kecamatan Mendoyo, Jembrana ditanami pohon pisang dan kelapa oleh warga setempat Minggu (1/9) pagi.
Jalan tersebut ditanami pohon lantaran tidak kunjung diperbaiki. Akibatnya jalan tersebut praktis tidak disa dilewati mobil lantaran di sepanjang jalan tersebut dipenuhi pohon pisang dan pohon kelapa.
Aksi spontanitas warga Tempek tiga tersebut dipicu kekesalan warga lantaran sejak tiga tahun kondisi jalan rusak parah dan tidak kunjungan diperbaiki. Selain kekesalan yang dialami oleh warga, mereka juga kesal menunggu janji janji dari beberapa anggota Komisi C DPRD Jembrana yang pernah turun ke lokasi tersebut yang menjanjikan perbaikan melalui program PPIP paling lambat bulan Juli lalu.
Namun kenyataannya hingga kini janji tersebut belum terwujud.“ Tapi saya tahu program tersebut sudah cair, namun dialihkan untuk perbaikan jalan subak di Banjar Sumbul, Yehembang Kangin, tepatnya di sekitar warung Jawa ke utara,” terang Ida Bagus Kade Santika, salah seorang kordinator warga.
Dalam aksinya warga yang dipimpin Kelian Tempek Tiga Banjar Tibusambi, Desa Yehembang, I Gusti Komang Mataran tersebut, sedikitnya menanam 40 pohon pisang dan bibit pohon kelapa dengan ketinggian rata-rata dua meter disepanjang jalan yang rusak tersebut.
Kerusakan jalan tersebut disebabkan beberapa oknum pemilik truk yang seringkali mengambil material sungai Tibusambi secara ilegal. Padahal pengambilan material tersebut tidak pernah aÌϑª kontribusi ke desa maupun ke banjar setempat.
Lantaran kondisi jalan rusak parah, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan, bukan hanya pengendara sepeda motor yang terjatuh karena menghindari lobang, juga beberapa kali mobil pribadi maupun truk pengangkut material terperosok ke jurang lantaran menghindari lobang.
Dalam aksi tersebut warga sepakat akan membiarkan tanaman pohon pisang dan pohon kelapa tersebut di jalan, agar cepat mendapat respon dari pihak pemerintah. Disamping itu, tanaman itu dibiarkan warga agar truk-truk pengambil material tidak bisa melewati jalan tersebut.
Sementara itu Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika saat dikonfirmasi mengatakan, sebagai aparat desa dirinya memahami tindakan warga tersebut karena memang kondisi jalan dalam keadaan rusak, jalan tersebut merupakan jalan desa, sehingga pihak desa yang berkewaijban untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan.
Namun meskipun demikian menurutnya, pihaknya tetap memohonkan kepada pemerintah daerah. Dan selama ini baik pada anggaran induk maupun anggaran perubahan, pemerintah daerah sudah membantu masing-masing dua kilo perbaikan infrastruktur.“ Nanti kami akan membicarakan masalah ini secara musyawarah karena utk anggaran tahun ini, anggaran desa sudah kita pokuskan untuk perbaikan kantor desa,” terangnya. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1114 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 879 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 702 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 649 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik