Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Olah TKP Bus Wisata Masuk Jurang

badung

Selasa, 19 November 2013, 18:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/eka juni artawan

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Pasca kecelakaan yang menimpa bus pariwisata Anom Transport, kini pihak kepolisian menggelar olah kejadian perkara (TKP) dan identifikasi bangkai bus yang berpenumpanh 15 orang dan mengangkut 13 turis asal China yang jatuh ke jurang di Sungai Suluban, Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP Ida Bagus Made Sarjana menyatakan tim Satlantas Polresta Denpasar dan Polda Bali hari ini melakukan olah TKP di lokasi bus nahas yang disopiri Agus Bahtiar (36) asal Singaraja, Bali.

Menurut Sarjana, tim yang turun ke lokasi kecelakaan di Jalan Pantai Suluban dari Unit Laka Lantas yang dipimpin AKP Rusiah. "Hari ini petugas masih olah TKP dan identifikasi bangkai bus sampai semua bukti-bukti dan temuan lainnya di lapangan dianggap cukup untuk kepentingan penyelidikan," ujar Sarjana, Selasa (19/11/2013).

Sarjana menuturkan bahwa selain melibatkan petugas identifikasi dan labfor Denpasar, petugas lainnya juga diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan jalannya olah TKP. Tim sendiri melakukan beberapa hal dalam olah TKP tersebut. Mulai dari pemantauan lokasi jalan hingga bentuk jalan dan mengukur jarak kecelakaan di seputaran lokasi kejadian.

"Olah TKP itu melakukan pengukuran jarak saat kecelakaan.
"Di lokasi jatuhnya bus milik Bali Happy Tour and Travel kini telah dipasang garis polisi atau police line," imbuhnya.

Sarjana menambahkan, pengukuran kemarin berbeda dengan kecelakaan ketika tabrakan. Selain melakukan pengukuran, pihaknya juga melangsungkan pendataan terhadap apa yang ada di TKP. "Kalau tabrakan namanya pengukuran Q point. Tapi yang terjadi kemarin akibat Out of Control (OC). Unit Laka memiliki ranah untuk penyidikan, sekarang sedang di kembangkan," terangnya.

Sarjana mengaku petugas Labfor selain melihat kondisi di dalam bus dengan cara mengintip. Mereka tampak pula melihat-lihat bagian bawah mobil yang terbalik. Labfor melihat kondisi bawah kendaraan yang masih utuh. Sarjana menegaskan bahwa setelah olah TKP dan identifikasi bangkai bus dianggap selesai maka baru dilanjutkan rencana mengevakuasi bus bernopol DK 9251 A yang terjun bebas ke jurang sedalam 15 meter Senin (18/11/2013) sore kemarin.

"Pihaknya belum bisa memastikan kapan evakuasi bangkai bus dilakukan karena tergantung waktu olah TKP. Pada prinsipnya, setelah olah TKP, baru dipikirkan bagaimana menarik bangkai bus apakah diderek atau dikanibal dipotong-potong mengingat sulitnya medan," jelasnya.

Sampai saat ini, kata Sarjana, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan konjen China di Surabaya terkait kecelakaan maut yang menewaskan tujuh orang yakni sopir bus bernama Agus Bahtiar dan pemandu wisata atau guide bernama Pricilla Ester Susilo Budhiharyono (40) dan lima turis lainnya.

Sarjana menegaskan pihaknya sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari pihak Konjen China, terkait langkah-langkah yang diambil pasca insiden bus masuk jurang tersebut. "Lima jenasah turis yang meninggal dalam musibah yang terjadi pada pukul 14.45 Wita itu masih dititipkan di RSUP sanglah Denpasar sambil menunggu proses lebih lanjut," tutupnya. [dws]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami