Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Koran 130 Tahun Dibeli Online 19 Tahun
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Untuk menyelaraskan kinerja media sosial dan media mainstream ( media konvensional), dibutuhkan kolaborasi antara keduanya. Sementara untuk menjaga kredibilitas persaingan menghadapi era teknologi digital, wartawan harus mempunyai kompetensi.
Hal ini terkemuka dalam Seminar Jurnalisme di Era New Media, dalam serangkaian agenda Uji Kompetensi Jurnalis yang mengambil tema Media Mainstraim Vs Media Social digagas oleh Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) Denpasar.
Acara ini menghadirkan pembicara dari Dewan Pers, AJI Indonesia, Bali Blogger Community dan Pengamat media, di aula kampus Stikom Bali, Jum'at. ( 29/11/2013)
Anton Muhajir, perwakilan dari Bali Blogger Community memaparkan dari pengalaman media Washington Post, dalam masa-nya telah menjadi legenda tentang jurnalisme. Media yang ada sejak 130 tahun dibeli oleh perusahaan online yg umurnya baru 19 tahun.
Adalah Amazon.com, sejak awalnya merupalan situs jual beli buku secara online. Media yang berusia 19 tahun bisa mengakuisisi keseluruhan aset yang menjadi Washington Post.
" Bahasa saya sih, mengalahnya media cetak oleh media online ", ujar Anton yang juga seorang jurnalis.
Ditambahkannya, koran ini menghentikan versi cetaknya. Konsekwensinya beralih ke media digital. Lebih jauh dikatakan, bahwa media dalam jaringan semakin hari kian pesat. Hal ini tercermin dari sifat reflektif dalam kehidupan sehari - hari yang selalu terhubung lewat dunia digital.
Rai Wijaya, perwakilan dari Dewan Pers, tidak menampik fenomena peralihan media mainstream ke media online.
" Itu fenomena, dari segi bisnis sudah terbukti, media baru punya kemampuan mengakuisisi media besar. Karena penghasilan media baru sangat besar dan pesat ", kata Wijaya.
Rai Membandingkan bahwa kehadiran jurnalisme warga memiliki kedekatan antara aktifitas media mainstream walaupun sumber yang dibagikan dapat dipercaya mendekati akurasi yang dibutuhkan publik, pihaknya hanya berpedoman dengan Undang - Undang Nomor 40 tahun 1999. Bahwa informasi yang disampaikan dijamin dan bisa dipertanggung jawabkan.
Wijaya menegaskan, teknologi yang begitu canggih apabila tidak diimbangi dengan kompetensi akan memberi dampak buruk terhadap kinerja wartawan itu sendiri. Maka kompetensi itu nantinya dapat menjamin agar menjadi wartawan dapat dipertanggung jawabkan dalam kegiatan jurnalistik.
" Bagaimana teknologi yang begitu canggih tidak diimbangi dengan kompetensi, bisa dibayangkan itu kalau mereka berkolaborasi di media digital ", tegas Wijaya. (eja)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1060 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 847 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 669 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 621 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik