Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Dharma Santi Gerokgak Semarak Bersama Cenk Blonk, Sampaikan Pesan Pengabdian
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perayaan Dharma Santi serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng berlangsung semarak, Sabtu (9/5). Kegiatan tersebut semakin meriah dengan kehadiran Dalang Cenk Blonk yang menghibur masyarakat melalui pertunjukan penuh pesan moral dan humor khas Bali.
Dharma Santi tidak hanya menjadi ajang silaturahmi usai pelaksanaan Nyepi, namun juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi harmonis antara masyarakat dengan para pemimpin.
Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Gerokgak. Suasana penuh kebersamaan terlihat selama acara berlangsung.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, Dharma Santi menjadi bagian penting dalam memaknai Hari Raya Nyepi, terutama dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Konsep yang kita bangun adalah bagaimana membangun komunikasi yang bagus antara pemimpin dan masyarakat, sehingga timbul paras paros sarpanaya, artinya saling mendukung dan selalu menjalankan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arya, kehadiran Dalang Cenk Blonk mampu menyampaikan pesan-pesan kehidupan dan pengabdian sosial dengan cara yang ringan sehingga mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pertunjukan pewayangan yang komunikatif dan penuh humor, masyarakat diajak memahami pentingnya pengabdian kepada sesama sebagai bagian dari kehidupan sosial.
“Pengabdian itu harus sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Beliau mampu meramu pesan itu dengan bahasa yang ringan, tetapi penuh makna,” tegasnya.
Selain memperkuat nilai sosial dan kebersamaan, Dharma Santi juga menjadi pengingat pentingnya pembangunan spiritual di tengah perkembangan zaman.
Arya menilai perhatian terhadap pembangunan dan penataan tempat-tempat suci harus menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah agar nilai spiritual masyarakat Bali tetap terjaga.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual masyarakat melalui perhatian serius terhadap pura dan tempat sembahyang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan