Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Tak Mampu Obati Ambeyen, Ketut Nuaja Gantung Diri di Pohon Manggis
Jumat, 16 Oktober 2015,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Frustasi karena penyakit ambayen yang diderita tak kunjung sembuh, Ketut Nuaja (64) warga banjar Samsaman Kelod, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat (16/10/2015).
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saksi yang pertama melihat tubuh korban menggelayut di pohon manggis milik Nang Restu adalah Made Murtianto. Saat itu sekitar pukul 09.30 Wita, saksi tengah melewati tegalan milik Nang Restu.
Saksi kaget melihat sesosok orang dalam posisi menggantung di pohon manggis setinggi 3 meter menggunaan tali plastik biru. Saksi kemudian memanggil Nang Restu pemilik tegalan untuk melihat dari dekat sosok tersebut dan melaporkannya kepada polsek Selemadeg Barat.
Tak berselang lama, anggota Polsek Selbar dan team dokter Pusekesmas Selbar tiba di TKP dan memeriksa korban. Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP diketemukan pada korban lebam mayat, air mani yang keluar dari alat kelamin korban, serta keluar kotoran dari dubur, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Sementara itu di dalam kamar korban ditemukan secarik kertas surat yang ditulis korban. Intinya surat itu menyatakan korban sudah tidak kuat lagi dengan penyakit ambeyen yang dideritanya. Korban lama menderita sakit ambeyen dan tak kunjung sembuh.[bbn/nod]
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1180 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 922 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 753 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 686 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026