Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 15 Agustus 2026
9 Tari Bali Akan Dipatenkan Jadi Warisan Budaya Dunia
Sabtu, 28 November 2015,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sembilan tarian Bali akan dipatenkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Sembilan tarian Bali yang rencananya akan mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia tersebut yaitu Tari Legong Kraton, Tari Joged, Tari Barong Ket, Tari Sanghyang, Tari Rejang, Tari Gambuh, Drama Tari Wayang Wong, Topeng Sidakarya, dan Baris Upacara.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha menyatakan banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika sembilan tarian itu dipatenkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO. Menurutnya, kesembilan tarian itu nantinya akan dipentaskan dalam sidang UNESCO di Namibia, Afrika pada 1-2 Desember mendatang.
"Setelah dipatenkan nanti, jika ada negara lain mengklaim ataupun dipentaskan di negara lain, kita bisa mengajukan banding karena ini merupakan tarian Bali. Selain itu, kita akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi dari hasil banding tersebut,” ujar Dewa Beratha di Denpasar, Jumat (27/11/2015).
Nantinya, kata Dewa Beratha, saat sidang penetapan UNESCO yang ditetapkan di Namibia, tiga orang penari secara bersamaan akan menarikan tarian dalam waktu enam menit. Tiga penari itu akan membawakan sembilan tari Bali yang sebelumnya telah dilatih oleh Prof I Wayan Dibia, Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
"Dalam sidang UNESCO itu, delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO. Serta dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Dirjen Kebudayaan," jelasnya.
Dewa Beratha merasa optimistis tarian Bali yang kerap tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tersebut akan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia dalam sidang UNESCO nanti.
"Peluangnya bahkan 98 persen. Dan berdasarkan hasil rakor dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dijelaskan bahwa sesungguhnya itu sembilan tarian Bali ini sudah masuk list, jadi tinggal ketok palu dan kesepakatan anggota UNESCO," ungkapnya.
Dewa Beratha menuturkan pihaknya tidak ingin kecolongan lagi dengan kasus tari Pendet yang sempet diklaim oleh Malaysia pada tahun 2009 lalu. Kala itu, Tari Pendet oleh negeri jiran itu dijadikan sebagai iklan promosi kunjungan ke Malaysia 'Visit Malaysia Years' sehingga sempat menuai protes berbagai pihak.[bbn/dws]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1991 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026