Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Kasus HIV AIDS Terbanyak di Kota Denpasar
Rabu, 2 Desember 2015,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sebaran kasus HIV/AIDS di Bali kini sudah makin meluas. Konsentrasi terbanyak terdapat di Kota Denpasar.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sudikerta yang juga selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali. Ia mengungkapkan bahwa sebaran kasus HIV/AIDS yang ada di Bali sudah meluas, dimana konsentrasi terbanyak terdapat di Kota Denpasar.
"Di Denpasar sebanyak 4.974 kasus, Buleleng 2.203 kasus, dan Badung sebanyak 1.998 kasus,"ujarnya pada acara Peringatan Hari HIV/AIDS se-Dunia, juga dirangkaikan dengan HUT Yayasan Dwijendra yang ke-63 bertempat di Aula Sadhu Gocara, Yayasan Dwijendra-Denpasar, pada Selasa (1/12/2015).
Kasus terbanyak, sambung Wagub, menyasar masyarakat usia produktif yaitu antara 15-49 tahun, berasal dari kalangan Siswa/i SMP, SMA dan angkatan kerja baik swasta maupun PNS. Bahkan TNI/POLRI tidak luput dari serangan HIV/AIDS.
Sedangkan cara penularan terbanyak melalui hubungan seksual yang sembarangan, penggunaan jarum suntik dan alat-alat bedah yang tercemar HIV.
Selain itu, penularan dari Ibu HIV ke bayinya juga menjadi trend di Bali saat ini terutama di wilayah pedesaan. Oleh karenanya, dengan berbagai kasus yang terjadi tersebut Sudikerta menghimbau masyarakat untuk lebih mawas diri dan menjaga perilaku sehat.
Selain itu, juga diharapkan bagi para kader peduli AIDS ditingkat sekolah dan masyarakat di desa, dapat menyebarluaskan informasi mengenai HIV/AIDS ini baik dari segi penularan maupun pencegahannya.
"Bagi mereka yang mengidap HIV Aids agar melakukan rehabilitasi, serta lebih intensif menerapkan perilaku hidup sehat seperti penggunaan jarum suntik yang steril, penggunaan kondom secara konsisten khususnya bagi para pecandu seksual, minum obat Anti Retroviral (ARV) bagi mereka yang sudah terjangkit HIV/AIDS, serta berbagai cara-cara hidup sehat lainnya,"ujarnya.
Melalui momentum peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) masyarakat diharapkan dapat mengedepankan filosofi “mulat sarira”, yaitu merefleksikan ataupun instrospeksi diri terhadap perilaku yang diterapkan sehari-hari. Dengan mulat sarira perilaku perilaku yang tidak sehat dan dapat menyebabkan penyebaran penyakit AIDS dapat dicegah.[bbn/hms]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026