Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hanya Menang di Satu Kabupaten, Ini Kata Sudikerta

Kamis, 10 Desember 2015, 20:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Partai Golkar hanya memenangkan satu kabupaten pada pilkada serentak yang digelar di enam kabupaten/kota di Bali. Partai asuhan Aburizal Bakrie (ARB) itu hanya menang di Kabupaten Badung dan itupun hanya sebagai wakil bupati, padahal jabatan Bupati Badung lama diduduki Partai Golkar.
 
Dalam pilkada di Kabupaten Badung, Partai Golkar berkoalisi dengan PDIP mengusung kandidat I Nyoman Giri Prasta (PDIP) dan I Ketut Suiasa (Golkar) yang berhasil ke luar sebagai pemenang dengan memperoleh 60 persen suara.
 
Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Ketut Sudikerta mengaku akan melakukan evaluasi atas pencapaian rendah tersebut. 
 
"Partai Golkar hanya berhasil memenangkan satu wilayah saja dari enam kabupaten/kota di Bali yang melaksanakan pilkada serentak. Ke depan ini tentu harus dievaluasi," ucap Sudikerta di sela Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Bali di Sanur, Denpasar, Kamis 10 Desember 2015.
 
 
Wakil Gubernur Bali itu berharap keberhasilannya merebut Kabupaten Badung akan membawa imbas positif bagi perebutan wilayah di daerah lain pada pilkada berikutnya. Dari hasil evaluasi sementara, kata Sudikerta, ada beberapa penyebab jago Partai Golkar kalah di lima daerah lainnya.
"Pertama karena faktor figur, kedua Pan dana (uang) dan ketiga soliditas kita. Kita tidak solid," dalih Sudikerta.
 
Alasan lainnya, sambung Sudikerta akibat konflik internal cukup berpengaruh terhadap kekalahan Partai Golkar di lima kabupaten/kota lainnya. 
 
"Konflik internal saya rasa juga cukup berpengaruh. Itu juga terjadi di partai lain yang tengah mengalami konflik internal," kelitnya.
 
Tidak hanya itu, lanjut Sudikerta, lantaran rendahnya partisipasi masyarakat juga menjadi biang kerok kekalahan Partai Golkar yang sesungguhnya hanya mengajukan kandidat di Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar.
 
"Memang golputnya tinggi. Masyarakat tidak peduli atas kewajiban dia terhadap pemilihan pemimpinnya. Kejenuhan masyarakat dari ketidakhadiran di TPS sangat banyak," tutup Sudikerta.[bbn/dws]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami