Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan secara penuh atau go live program sterilisasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mulai Rabu (5/8/2026). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di kawasan pelabuhan.
Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu dari enam pelabuhan utama yang menerapkan program sterilisasi. Lima pelabuhan lainnya yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Kayangan, dan Lembar.
Sterilisasi juga diterapkan pada lintasan Gilimanuk–Ketapang yang menjadi salah satu jalur penyeberangan utama antara Bali dan Jawa. ASDP menyebut kebijakan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan penataan kawasan, tetapi juga bagian dari transformasi layanan penyeberangan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan aspek keselamatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penerapan program tersebut.
"Mulai 5 Agustus 2026, ASDP resmi menerapkan sterilisasi di enam pelabuhan utama, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan yang menempatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban sebagai prioritas utama," ujar Heru Widodo.
ASDP mengharapkan seluruh pengguna jasa, perusahaan pelayaran, serta pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan dapat mendukung penerapan sterilisasi. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan layanan penyeberangan yang lebih aman, tertib, nyaman, dan profesional.
Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang penerapan penuh kebijakan tersebut. ASDP bersama regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
Persiapan lainnya meliputi pemasangan rambu dan media informasi, pendataan berbasis Face Recognition, optimalisasi One Gate System (OGS), pembagian alat pelindung diri (APD) berupa rompi dan helm keselamatan, penataan arus kendaraan, hingga penguatan patroli gabungan dan sistem pengawasan.
Khusus di lintasan Ketapang–Gilimanuk, penerapan sterilisasi diarahkan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran. Selain itu, kepatuhan terhadap penggunaan APD dan patroli gabungan secara rutin juga akan diperkuat untuk memastikan aktivitas operasional berjalan sesuai standar keselamatan.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan keberhasilan penerapan program sterilisasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman dan tertib.
ASDP optimistis penerapan sterilisasi di enam pelabuhan utama dapat menjadi bagian dari modernisasi layanan penyeberangan nasional. Kebijakan tersebut juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi penyeberangan yang aman dan andal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8012 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan