Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 6 Juli 2026
Travel Ilegal China Marak, Rusak Harga Pasar Wisata Bali
Senin, 29 Agustus 2016,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keberadaan travel liar ilegal di Bali merusak harga pasar paket wisata di Bali. Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya diminta segera bertindak karena ini berdampak buruk bagi dunia pariwisata Bali.
Hal ini disampaikan oleh Yohanes, salah satu pengelola biro perjalanan wisatawan China, di Kuta, Bali (29/8).
Yohanes mengungkapkan, kehadiran travel ilegal dari China kini marak di Bali. Travel asal China ini tidak mempunyai kantor atau ijin di Bali dan kebanyakan beroperasi lewat online.
"Kita travel-travel lokal yang resmi terganggu dengan keberadaan travel ilegal tanpa ijin dari China. Mereka merusak harga pasar dengan memasang harga paket wisata yang murah, sehingga wisatawan China akhirnya lebih banyak bersama mereka. Akibatnya banyak travel yang merasakan dampaknya, omzet menurun, karena tamu semakin berkurang,"ujar Yohanes.
Yohanes mencontohkan, paket wisata kapal pesiar ke Pulau Lembongan yang biasa dijual seharga 130 dollar per orang, oleh travel China ilegal dijual seharga 80 dollar per orangnya. Dengan selisih hingga 50 dollar, banyak wisatawan asal China yang kemudian memilih paket dari travel ilegal tersebut.
"Ini harus segera ditata, ditertibkan. Jumlah wisatawan China yang datang ke Bali kini semakin banyak, jangan sampai ini tidak dinikmati travel lokal Bali, tapi lebih banyak dinikmati travel ilegal dari negeri China,"ujarnya.
Terkait hal ini, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), sebelumnya mendesak Pemerintah Provinsi Bali membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan pekerja asing khususnya dari China. Ini karena banyak yang melakukan praktek sebagai pemandu wisata ataupun travel ilegal di Bali.
"Kami mendesak Pemprov Bali segera membentuk Satgas orang asing khususnya untuk warga China, karena dari data dan pemantauan kami, banyak yang mengaku wisatawan dari China, namun kenyataannya selama di Bali mereka bekerja, seperti menjadi pemandu wisata dan menjual paket wisata secara online yang sangat murah," kata Komite China ASITA Pusat, Chandra Salim di Kuta, Bali, Jumat (19/8).
Menurut dia, kalau terus dibiarkan, tanpa ada pengawasan terhadap orang asing yang selama ini menggunakan visa wisata atau berkedok jadi turis, maka akan bisa merusak citra pariwisata Bali ke depannya. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3575 Kali
02
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1140 Kali
03
04
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 543 Kali
05
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 528 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026