Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Travel Ilegal China Marak, Rusak Harga Pasar Wisata Bali
Senin, 29 Agustus 2016,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keberadaan travel liar ilegal di Bali merusak harga pasar paket wisata di Bali. Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya diminta segera bertindak karena ini berdampak buruk bagi dunia pariwisata Bali.
Hal ini disampaikan oleh Yohanes, salah satu pengelola biro perjalanan wisatawan China, di Kuta, Bali (29/8).
Yohanes mengungkapkan, kehadiran travel ilegal dari China kini marak di Bali. Travel asal China ini tidak mempunyai kantor atau ijin di Bali dan kebanyakan beroperasi lewat online.
"Kita travel-travel lokal yang resmi terganggu dengan keberadaan travel ilegal tanpa ijin dari China. Mereka merusak harga pasar dengan memasang harga paket wisata yang murah, sehingga wisatawan China akhirnya lebih banyak bersama mereka. Akibatnya banyak travel yang merasakan dampaknya, omzet menurun, karena tamu semakin berkurang,"ujar Yohanes.
Yohanes mencontohkan, paket wisata kapal pesiar ke Pulau Lembongan yang biasa dijual seharga 130 dollar per orang, oleh travel China ilegal dijual seharga 80 dollar per orangnya. Dengan selisih hingga 50 dollar, banyak wisatawan asal China yang kemudian memilih paket dari travel ilegal tersebut.
"Ini harus segera ditata, ditertibkan. Jumlah wisatawan China yang datang ke Bali kini semakin banyak, jangan sampai ini tidak dinikmati travel lokal Bali, tapi lebih banyak dinikmati travel ilegal dari negeri China,"ujarnya.
Terkait hal ini, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), sebelumnya mendesak Pemerintah Provinsi Bali membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan pekerja asing khususnya dari China. Ini karena banyak yang melakukan praktek sebagai pemandu wisata ataupun travel ilegal di Bali.
"Kami mendesak Pemprov Bali segera membentuk Satgas orang asing khususnya untuk warga China, karena dari data dan pemantauan kami, banyak yang mengaku wisatawan dari China, namun kenyataannya selama di Bali mereka bekerja, seperti menjadi pemandu wisata dan menjual paket wisata secara online yang sangat murah," kata Komite China ASITA Pusat, Chandra Salim di Kuta, Bali, Jumat (19/8).
Menurut dia, kalau terus dibiarkan, tanpa ada pengawasan terhadap orang asing yang selama ini menggunakan visa wisata atau berkedok jadi turis, maka akan bisa merusak citra pariwisata Bali ke depannya. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1196 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 931 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 761 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026