Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Travel Ilegal China Marak, Rusak Harga Pasar Wisata Bali

Senin, 29 Agustus 2016, 12:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/travel ilegal ditangkap di thailand

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Keberadaan travel liar ilegal di Bali merusak harga pasar paket wisata di Bali. Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya diminta segera bertindak karena ini berdampak buruk bagi dunia pariwisata Bali.
 
Hal ini disampaikan oleh Yohanes, salah satu pengelola biro perjalanan wisatawan China, di Kuta, Bali (29/8).
 
Yohanes mengungkapkan, kehadiran travel ilegal dari China kini marak di Bali. Travel asal China ini tidak mempunyai kantor atau ijin di Bali dan kebanyakan beroperasi lewat online.
 
"Kita travel-travel lokal yang resmi terganggu dengan keberadaan travel ilegal tanpa ijin dari China. Mereka merusak harga pasar dengan memasang harga paket wisata yang murah, sehingga wisatawan China akhirnya lebih banyak bersama mereka. Akibatnya banyak travel yang merasakan dampaknya, omzet menurun, karena tamu semakin berkurang,"ujar Yohanes.
 
Yohanes mencontohkan, paket wisata kapal pesiar ke Pulau Lembongan yang biasa dijual seharga 130 dollar per orang, oleh travel China ilegal dijual seharga 80 dollar  per orangnya. Dengan selisih hingga 50 dollar, banyak wisatawan asal China yang kemudian memilih paket dari travel ilegal tersebut.
"Ini harus segera ditata, ditertibkan. Jumlah wisatawan China yang datang ke Bali kini semakin banyak, jangan sampai ini tidak dinikmati travel lokal Bali, tapi lebih banyak dinikmati travel ilegal dari negeri China,"ujarnya.
 
Terkait hal ini, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), sebelumnya  mendesak Pemerintah Provinsi Bali membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan pekerja  asing khususnya dari China. Ini karena banyak yang melakukan praktek sebagai pemandu wisata ataupun travel ilegal di Bali.
 
"Kami mendesak Pemprov Bali segera membentuk Satgas orang asing khususnya untuk warga China, karena dari data dan pemantauan kami, banyak yang mengaku wisatawan dari China, namun kenyataannya selama di Bali mereka bekerja, seperti menjadi pemandu wisata dan menjual paket wisata secara online yang sangat murah," kata Komite China ASITA Pusat, Chandra Salim di Kuta, Bali, Jumat (19/8).
 
Menurut dia, kalau terus dibiarkan, tanpa ada pengawasan terhadap orang asing yang selama ini menggunakan visa wisata atau berkedok jadi turis, maka akan bisa merusak citra pariwisata Bali ke depannya. [bbn/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami