Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Meh Lacur Nasib Made, Istri dan Dua Anaknya Dibawa Kabur ke Banyuwangi

Kamis, 15 September 2016, 21:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/nod

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Istri dan dua anak I Made Wiana (38),  warga Banjar Batan Nyuh, Desa Batan Nyuh, Kecamatan Marga, Tabanan sudah lima bulan kabur dari rumah.  Hingga kini, ketiganya Ketut Suparni (33), Ni Putu Nadia Cahyani (9) dan I  Kadek Prasetya Narayana (5) yang kabur sejak 13 April 2016 lalu, belum kembali ke rumah.
 
Made Wiana (38) menduga istrinya Ketut Suparni yang berasal dari Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kabur bersama selingkuhanya, Sukarman (55) saudagar dedak pakan ternak  asal Banyuwangi, Jawa Timur.  
 
“Saya menduga istri dan anak saya kabur bersama Pak Sukarman penjual makanan ternak langganan tempat saya membeli pakan ternak,” jelas Wiana, Kamis (15/9). 
 
Dugaan Wiana cukup beralasan, karena sehari setelah istrinya mengaku pergi  ke Denpasar tempat saudaranya tanggal 13 April 2016 lalu, Wiana kemudian  melaporkan ke polisi. Dalam laporanya kehilangan istri dan dua anaknya. 
 
“Bahkan dari sinyal HP istri saya  yang berhasil ditangkap pihak kepolisian menyebutkan posisi istri saya berada di Jawa Timur,” terang Wiana.
 
Menurut penuturan Wiana, tanggal 13 April 2016  pagi istrinya hendak pergi ke Denpasar ke tempat saudaranya di Jalan Nangka. 
 
“Alasannya istri saya ingin mencari ketenangan pasca cekcok dengan ibu saya,” terangnya. 
 
Penyebab cekcok karena ibu Wiana menanyakan perihal isu di banjarnya yang menyebutkan istrinya selingkuh dengan Sukarman. 
 
“Mungkin itu yang membuat istri saya kabur dari rumah,” jelasnya.  
 
Karena waktu itu ia lagi sibuk mengurus ternak ayamnya, ia kemudian mengantarkan istri dan dua anaknya hanya sampai di SPBU Wiros. Sampai di SPBU Wiros istri dan kedua anaknya kemudian naik mobil isuzu jurusan Singaraja – Denpasar. 
 
Sore harinya ia kemudian menyusul istri dan anaknya ke Denpasar. Ternyata setelah sampai di Denpasar, istri dan anaknya tidak ada di rumah saudaranya. 
 
“Saya dan keluarga istri saya juga kaget karena istri dan dua anak saya tidak ada di Denpasar,” jelasnya. 
 
Karena penasaran, keesokan  harinya Wiana kemudian mencari mobil isuzu yang ditumpangi istri dan dua anaknya. 
 
“Saya masih ingat mobil yang ditumpangi istri dan anak saya. Sopir isuzu mengatakan istri saya turun di Beringkit,” jelas Wiana. 
 
Mendapatkan penjelasan seperti itu Wiana kemudian melaporkan hilangnya istri dan dua anaknya ke Polsek Marga . 
 
“Saya juga sempat tanyakan ke Karangasem, kata mertua saya, istri dan dua anak saya  juga tidak ada disana,” tambah Wiana.  
 
Wiana juga sempat telpon istrinya namun tidak diangkat. Hanya di-sms yang intinya istrinya mengatakan  sudah berada di tempat yang aman. Empat hari setelah dilaporkan ke Polisi, berdasarkan informasi yang didapat  dari Polsek Marga, ternyata sinyal HP istrinya ditemukan berada di Banyuwangi. 
 
“Saya kemudian berangakat ke Banyuwangi bersama kakak, kelihan adat, dan  bapak polisi,” jelasnya. 
 
Di Banyuwangi yang ditelusuri daerah Karang Duro dan Simbar. Pencarianya juga sia sia. Bahkan ia sempat menanyakan ke orang pinatar di Banyuwangi. Kata orang pintar tersebut istrinya sudah berada di Bali lagi. 
 
“Sekitar 10 lebih orang pintar saya mintai petujuk, dan belum juga ada hasil,” jelanya. 
 
Yang terakhir orang pintar dari Buleleng dimintainya bantuan yang mengatakan saat ini istrinya sudah ada di Bali namun di daerah perbukitan.
 
Ia berharap kedua anaknya bisa kembali. Karena sejak diajak pergi oleh istrinya yang sedang hamil 3 bulan sejak pergi April lalu. Nasib pendidikan anaknya yang pertama menjadi terlantar. 
 
“Sebenarnya anak saya yang pertama sudah kelas 3 SD. Tapi tidak naik kelas dan masih duduk di kelas 2 akibat diajak pergi oleh ibunya dan tidak bisa mengikuti ulangan di sekolah,” terangnya lirih. 
 
Begitu juga anaknya yang kedua, mestinya sudah masuk TK kecil. “Harapan saya  anak dan istri saya kembali,” jelasnya. 
 
Ia prihatin dengan nasib anak-anaknya kedepan terutama mengenai pendidikanya. “Saya tidak mau anak saya seperti saya hanya tamatan SMP dan istri saya hanya tamat SD,” tambahnya.  
 
Karena masalah kaburnya istri dan akanya juga membuat usaha tenak ayam potongnya  bangkrut. 
 
“Semua pikiran dan tenaga, serta uang sudah saya kerahkan untuk mencari istri dan kedua anak saya,” terangnya. 
 
Ia mengakui kontak terakhir via SMS dengan istrinya dua bulan lalu. Istrinya menyebutkan telah bekerja, sementara dua  anaknya dalam keadaan sehat. 
 
“Dia tetap tidak mau mengatakan dimana tempatnya sekarang,” tambahnya. Sejak dua bulan lalu juga HP istrinya sudah tidak bisa dihubungi lagi.
 
Sementara itu Kapolsek Marga AKP Gede Surya Kusuma membenarkan telah menerima laporan hilangnya tiga orang dari banjar bantannyuh, Desa Batannyuh, Marga. 
 
“Kami sempat melakukan pencarian ke Banyuwangi berdasarkan sinyal HP yang kami temukan dari HP milik istri Pak Wiana,”jelasnya. 
 
Namun hingga kini belum terungkap dan akan terus dilakukan pencarian. “Kami juga meminta kepada masyarakat yang melihat bisa melaporkan kepada pihak kepolisian,” tandasnya.[bbn/nod/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami