Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Pemerintah Tabanan Sambangi Mbah Iyah, Nenek Sebatang Kara Berumur Seratus Tahun Lebih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sarwiyah atau sering dipanggil Mbah Iyah nangis tersedu saat Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menyambangi kediamannya di Gerokgak Gede, Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Selasa (06/12).
"Saya merasa sangat amazing, jarang sekarang ini ada orang yang berumur sampai ratusan tahun. Artinya mempunyai fisik yang sangat kuat di jaman sekarang ini, kita tahu banyak sumber penyakit dan banyak hal-hal yang sifatnya tidak sehat yang merusak kesehatan," pungkas Eka Wiryastuti.
Eka Wiryastuti saat itu sempat kaget mendengar Mbah Iyah berumur sampai 111 Tahun, dan saat ini masih bisa bercerita panjang lebar.
“Saya cukup kaget melihat dan mendengar usia nenek ini kita rasa sudah tua sekali ya? dan di usia yang sekarang ini ingatanya masih kuat," tambahnya lagi.
Menurut penggambaran Eka Wiryastuti, Mbah Iyah masih bisa bicara dan bercerita panjang lebar dengan lancar.
Bahkan menurutnya, masih mempunyai semangat hidup yang kuat.
Baca juga:
Nenek 80 Tahun Hilang di Gianyar
Sementara, saat ini Mbah Iyah telah ditinggal anak-anak dan cucunya. Sehingga, menurut EKa Wiryastuti kondisi yang menimpa Mbah Iyah merupakan tanggung jawab bersama.
"Karena saya tidak rela melihat orang tua yang tinggal dikamar yang tidak layak, tidak sehat, pengap dengan kondisinya yang tidak bisa jalan seperti saat ini. Artinya perlu perhatian khusus, dan harapan Saya dengan sedikit memaksa karena dia tidak memiliki siapa-siapa wajib kita mengajak untuk tinggal di tempat yang kami telah siapkan sekarang untuk para jompo," terang Eka Wiryastuti.
Ia juga menjelaskan, tujuan untuk mengajaknya ke tempat yang lebih layak agar bisa mengatur pola makannya, kesehatannya. Intinya, agar ada yang memperhatikan.
“Tak baik kita memendam banyak kekecewaan, banyak kesedihan dan tidak mau dia ajak ke panti asuhan. Yang hanya akan menyebabkan banyak muncul harapan yang tidak masuk akal, seperti beliau ini, misalnya ingin cepat meninggal lah dan sebagainya”, Jelasnya.
Menurut penuturan Mbah Iyah, dirinya lahir sejak jaman masa penjajahan Belanda. Hingga saat ini dirinya pun tidak tau persis umurnya berapa.
Menurut salah seorang terdekatnya yang perhatian dengan Mbah Iyah, mengatakan bahwa Mbah Iyah lahir kurang lebih pada tahun 1905 yang lalu, dan kini umurnya kira-kira 111 Tahun.
Mbah Iyah merupakan seorang perantau dari Banyuwangi, dirinya mengaku hijrah ke Bali saat jaman masa penjajahan Jepang.
Mbah Iyah menambahkan, bahwa dirinya mempunyai tiga orang anak dan kini semuanya dikatakan telah meninggal. Bahkan cucunya yang dulu mengajaknya dan mengurus mbah Iyah sehari-hari juga telah meninggal.
Kini dia diurus oleh tetangganya yang Ia kenal dengan nama Pak Madari.
“Saya pengen cepat mati di tempat ini dimana tempat cucu saya meninggal, karena saya sudah kenyang dosa di Dunia, saya hanya pengen merasakan dosa di akhirat," kata Mbah Iyah sambil menangis.
Di kala pertemuannya itu, Eka Wiryastuti juga sempat menanyakan resep awet muda Mbah Iyah. Dengan kocak, Ia menjawab dan mengklaim bahwa tipat lontonglah yang membuatnya awet muda. Namun satu pertanyaan Bupati Eka tidak diamininya, yaitu Mbah Iyah tidak mau diajak ke Panti Asuhan agar kehidupannya lebih terjamin.
Terakhir, sebagai wujud kepedulian tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan antar golongan Eka Wiryastuti menyerahkan sejumlah bantuan berupa uang tunai, sembako serta dukungan moral.
Mbah Iyah juga mendapat bantuan berupa celengan dari Dinas Peternakan Kabupaten Tabanan. “Celengan” tersebut merupakan tabungan wajib setiap Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Tabanan.
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1170 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 740 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 679 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik