Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Jokowi: Indonesia Rumah Kemajemukan
Jumat, 9 Desember 2016,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong sinergi antara demokrasi, agama, dan toleransi. Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia dan Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai. Sehingga nilai mengenai perdamaian sampai saat ini terus dipegang oleh umat Islam Indonesia dan juga oleh semua umat di Indonesia.
"Selain Islam, Indonesia adalah rumah bagi umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu," tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) ke-9 yang digelar di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (8/12).
Lebih jauh, Jokowi yang juga didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini Ia menangkap adanya kegamangan dan kekhawatiran dari negara-negara di dunia dalam setiap pertemuan bertaraf internasional. Menurutnya hal in tidak lepas dari banyaknya konflik yang terjadi di sejumlah negara.
"Termasuk perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina yang masih belum mendapat hasil yang diharapkan, serta munculnya paham radikalisme dan ekstremisme di berbagai pelosok dunia, menurunnya rasa toleran dan kemauan untuk menerima perbedaan di banyak masyarakat dunia, bertumbuhnya aksi xenofobia," katanya.
Tantangan dari dalam negeri pun menurutnya muncul baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial di hampir semua negara.
"Dalam keadaan situasi inilah kita membutuhkan rasa optimisme, optimisme yang dapat dihasilkan dari kita saling berbicara, optimisme yang dapat berkembang dari kita bertukar pikiran dan pengalaman, optimisme yang saya harapkan dapat tumbuh dari hadirnya kita semua di Forum Demokrasi Bali ini," katanya.
Ia pun menilai tema yang disusung BDF tahun ini yaitu "Agama, Demokrasi, dan Toleransi", sangat relevan dengan situasi dunia saat ini.
Sebelumnya mantan Sekjen PBB Periode 1977-2006, Kofi Annan, dalam Keynote Speakernya sangat mengapresiasi keberhasilan Indonesia terutama Bali sebagai tuan rumah perhelatan internasional hingga ke sembilan kalinya. Indonesia menurutnya telah mampu menjaga pluralisme dengan baik. Sebagai bangsa yang besar, Ia menambahkan, melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau persatuan dalam keragaman, Indonesia mampu menjaga kerukunan di tengah 3.000 etnik dan 7.000 bahasa daerah yang berbeda.
"Setidaknya dunia yang diwakili para delegasi harus berkaca dari sini,” imbuh Pria yang juga merupakan Presiden Kofi Annan Foundation ini.
Ia menegaskan untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia perlu adanya keselarasan antara agama, demokrasi dan toleransi.
“Agama diperlukan umat manusia sebagai pijakan umat manusia, namun tidak dipungkiri agama sering dijadikan alat sekelompok orang untuk menghakimi bahkan membunuh orang lain,” imbuhnya.
Untuk itu diperlukan pemahaman plurlisme yang kuat agar setiap penganut agama berbeda bisa memahami pentiingnya arti perbedaan.
Sementara, Bali Democracy Forum ke-9 dihadiri oleh 95 negara dan 6 Organisasi Internasional. BDF ke-9 juga diikuti oleh tokoh-tokoh penting juga hadir termasuk Kofi Annan mantan Sekjen PBB periode 1997 – 2006, Ouided Bouchamaoui Pemenang Nobel 2015, dan Surin Pitsuwan mantan Sekjen ASEAN periode 2008 – 2012. Penyelenggaraan BDF ini juga merupakan kontribusi nyata Indonesia dalam peringati hari HAM internasional 10 Desember setiap tahunnya. [rls/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 562 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 523 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 423 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 422 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026