Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Ada Ratusan King Cobra Bersarang di Kecamatan Selemadeg
Rabu, 15 Maret 2017,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Ular King Cobra dengan panjang 2,5 meter hebohkan warga Banjar Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan , Rabu ( 15 Maret 2017). Ular dengan belang belang di badan dan ada bintik-bintik hingga ekornya itu dilihat sedang asik memangsa ular jenis piton di atas pohon pinggir jalan.
King cobra tersebut pertama kali dilihat oleh Made, seorang anak warga banjar setempat yang sedang melintas di jalan tersebut. Namun tak berselang lama ular dengan bisa mematikan itu berhasil ditangkap oleh I Wayan Yudiartana ( 34) pawang ular Bali Reptil Rescue.
Yudiartana asal Bajar Antagana, Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat, ketika dihubungi membenarkan telah menangkap seekor ular king cobra di Banjar Selemadeg Kelod, Desa Selemdeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
Saat itu ia ditelpon oleh warga setempat yang menyebutkan ada seekor ular king cobra. Ia langsung turun ke lokasi bersama empat orang Crew Bali Reptile Rescue dari Denpasar dan Negara.
“Saat itu ular King Cobra ini sedang memangsa sesama ular jenis piton,” jelasnya.
Setelah berhasil ditangkap, king cobra itu akan ditaruh di kandang terlebih dahulu selama satu minggu. Selanjutnya dibawa ke penangkaran Bali Barat milik pemerintah.
“Kita tidak mungkin membunuh, namun kita berusaha mengurangi di daerah kita ini,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan, Kecamatan Selemadeg memang basis dari Ular King Cobra dan selama lima tahun belakangan ini, ada sekitar 300 induk King Cobra yang bersarang di kawasan itu.
“ Kita sudah berhasil ambil ribuan telur dan induk ular cobra di kawasan Selemdeg,” bebernya.
Telur telur yang diamankan ditetaskan kemudian dibawa ke penangkaran di Bali Barat. Sedangkan induk dengan panjang 3 meter sebelum dilepas di penangkaran bali barat ditampung dulu.
“Musim kawin King cobra setiap bulan September, pada bulan November ular berbisa mematikan itu mencari tempat yang aman untuk menaruh telur yang kemudian menetas,” pungkasnya. [bbn/nod/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026