Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 2 Juli 2026
"Kerja di Spa Plus Setelah Ditinggal Mati Ayah" [PART III]
Laporan Tim Investigasi Berita Bali
Sabtu, 3 Juni 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Alasan ekonomi menjadi alasan (oknum) Gadis Bali bekerja di spa yang menawarkan layanan pijat plus. Sebagian besar mengaku terpaksa berbohong kepada keluarga tentang pekerjaan yang dijalaninya.
[pilihan-redaksi]
Waktu menjelang malam, saat Tim investigasi memasuki area parkir sebuah spa di kawasan jalan Tukad Yeh Aye Renon. Di sekitar spa ini juga terdapat spa serupa yang menawarkan jasa pijat plus-plus.
Dari area parkir mobil, Tim langsung masuk ruang penerimaan tamu. Dua perempuan muda bagian penerimaan tamu langsung menyambut Tim. Mereka kemudian menyodorkan sebuah album berisi foto para terapis yang akan melakukan pemijatan.
Harga paket spa yang ditawarkan mulai Rp300 ribuan hingga termahal Rp700 ribuan. Setelah memilih seorang terapis, Tim kemudian masuk ke dalam kamar yang telah disediakan. Ukuran kamar tidak terlalu luas dengan kasur di lantai dan kamar mandi dalam.
Sebelum memulai pemijatan, terapis meminta Tim untuk mandi terlebih dulu. Usai mandi, terapi ini kemudian memulai pemijatan.
Kepada Tim, terapis ini mengaku berasal dari sebuah desa di Kabupaten Jembrana. Sebut saja namanya Luh Moglong karena tubuhnya memang agak montok.
Sambil melakukan pemijatan, Luh Moglong pun bercerita tentang pekerjaan yang dijalaninya. Luh Moglong mengaku tamatan sebuah SMK di Jembrana. Karena kondisi ekonomi, tamat SMK Luh Moglong pergi ke Denpasar untuk mencari pekerjaan.
"Saya kerja di sini karena diajak teman. Awalnya coba-coba, akhirnya lanjut sampai sekarang," ujarnya sambil melakukan pemijatan.
Luh Moglong mengaku bekerja di spa karena harus menghidupi seorang ibu dan adiknya yang masih sekolah. Ayah kandungnya telah meninggal karena kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu.
"Ibu saya tak punya penghasilan tetap di kampung, untuk hidup sehari-hari susah pak, apalagi adik masih sekolah SMP," ujarnya kepada Tim.
Untuk mendapat penghasilan ekstra, Luh Moglong kadang memberi layanan ekstra kepada tamunya. Tapi ia mengaku menolak untuk memberi layanan hubungan badan.
"Saya takut pak (hubungan badan), paling saya beri layanan Hand Job (maaf,dikocok), atau blow job (oral sex) jika harga cocok,"ujar Luh Moglong kepada tim.
[pilihan-redaksi2]
Kepada keluarganya, Luh Moglong mengaku bekerja di sebuah hotel di kawasan Ubung Denpasar. Keluarganya di kampung tidak ada yang mengetahui ia bekerja di spa yang menyediakan layanan plus-plus.
Luh Moglong mengaku bekerja di spa sampai ia punya cukup tabungan dan menikah. Ia mengaku sudah punya pacar yang kini sedang bekerja di kapal pesiar.
"Suatu saat pasti saya akan berhenti kerja seperti ini pak, apalagi nanti jika sudah diajak nikah sama pacar saya," ujarnya. (bersambung di tautan berikut) [bbn/tim/psk]
Sebelumnya, baca prolog di tautan berikut: Fenomena Makin Banyaknya Gadis Bali yang Kerja di Karaoke dan Spa "Plus"
Baca Part I di tautan berikut: "Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak"
Baca Part II di tautan berikut: "Ijazah SMK, Kerja di Spa Karena Penghasilan Lumayan"
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026