Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




"Kerja di Spa Plus Setelah Ditinggal Mati Ayah" [PART III]

Laporan Tim Investigasi Berita Bali

Sabtu, 3 Juni 2017, 10:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar.  Alasan ekonomi menjadi alasan (oknum) Gadis Bali bekerja di spa yang menawarkan layanan pijat plus. Sebagian besar mengaku terpaksa berbohong kepada keluarga tentang pekerjaan yang dijalaninya.
 
[pilihan-redaksi]
Waktu menjelang malam, saat Tim investigasi memasuki area parkir sebuah spa di kawasan jalan Tukad Yeh Aye Renon. Di sekitar spa ini juga terdapat spa serupa yang menawarkan jasa pijat plus-plus.
 
Dari area parkir mobil, Tim langsung masuk ruang penerimaan tamu. Dua perempuan muda bagian penerimaan tamu langsung menyambut Tim. Mereka kemudian menyodorkan sebuah album berisi foto para terapis yang akan melakukan pemijatan.
 
Harga paket spa yang ditawarkan mulai Rp300 ribuan hingga termahal Rp700 ribuan. Setelah memilih seorang terapis, Tim kemudian masuk ke dalam kamar yang telah disediakan. Ukuran kamar tidak terlalu luas dengan kasur di lantai dan kamar mandi dalam.
 
Sebelum memulai pemijatan, terapis meminta Tim untuk mandi terlebih dulu. Usai mandi, terapi ini kemudian memulai pemijatan.
 
Kepada Tim, terapis ini mengaku berasal dari sebuah desa di Kabupaten Jembrana. Sebut saja namanya Luh Moglong karena tubuhnya memang agak montok.
 
Sambil melakukan pemijatan, Luh Moglong pun bercerita tentang pekerjaan yang dijalaninya. Luh Moglong mengaku tamatan sebuah SMK di Jembrana. Karena kondisi ekonomi, tamat SMK Luh Moglong pergi ke Denpasar untuk mencari pekerjaan.
 
"Saya kerja di sini karena diajak teman. Awalnya coba-coba, akhirnya lanjut sampai sekarang," ujarnya sambil melakukan pemijatan.
 
Luh Moglong mengaku bekerja di spa karena harus menghidupi seorang ibu dan adiknya yang masih sekolah. Ayah kandungnya telah meninggal karena kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu.
 
"Ibu saya tak punya penghasilan tetap di kampung, untuk hidup sehari-hari susah pak, apalagi adik masih sekolah SMP," ujarnya kepada Tim.
 
Untuk mendapat penghasilan ekstra, Luh Moglong kadang memberi layanan ekstra kepada tamunya. Tapi ia mengaku menolak untuk memberi layanan hubungan badan.
 
"Saya takut pak (hubungan badan), paling saya beri layanan Hand Job (maaf,dikocok), atau blow job (oral sex) jika harga cocok,"ujar Luh Moglong kepada tim.
 
[pilihan-redaksi2]
Kepada keluarganya, Luh Moglong mengaku bekerja di sebuah hotel di kawasan Ubung Denpasar. Keluarganya di kampung tidak ada yang mengetahui ia bekerja di spa yang menyediakan layanan plus-plus.
 
Luh Moglong mengaku bekerja di spa sampai ia punya cukup tabungan dan menikah. Ia mengaku sudah punya pacar yang kini sedang bekerja di kapal pesiar. 
 
"Suatu saat pasti saya akan berhenti kerja seperti ini pak, apalagi nanti jika sudah diajak nikah sama pacar saya," ujarnya. (bersambung di tautan berikut[bbn/tim/psk]
 
Baca Part I di tautan berikut:  "Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak" 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami