Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penlok Bandara Belum Turun, PT BIBU Tetap Gelar Mendem Pekelem

Rabu, 9 Agustus 2017, 20:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Rekomendasi izin penentuan lokasi (penlok) Bandara Buleleng, hingga kini tak kunjung diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan. Meski demikian, Investor PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) tetap akan menggelar upacara "mendem pakelem" dan "nuasen" di Pura Penegil Dharma, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Senin (28/8/2017) mendatang.
 
"Kita tetap pada rencana semula, tetap melakukan upacara di lokasi pada 28 Agustus mendatang," ujar Presiden Direktur PT BIBU, Made Mangku, di Denpasar (9/8/2017).
 
Menurut Mangku, upacara ini merupakan langkah awal sebelum meletakkan batu pertama. Meski rekomendasi izin penentuan lokasi (penlok) tak kunjung diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan, pihaknya tetap bersikukuh untuk tetap melakukan pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara.
 
"Jika Penlok sudah diturunkan oleh Kementrian Perhubungan pada Senin (28/8/2017) mendatang.
 
Selain mendem pakelem dan nuasen, kita akan langsung melakukan peletakkan batu pertama. Tapi jika Penlok belum turun, kemungkinan peletakkan batu pertama akan kami lakukan bulan depan,"ujarnya.
 
Kendati tak kunjung mendapatkan respon dari Kemenhub, Mangku tegas mengatakan proyek pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara akan tetap dilakukan.
 
PT BIBU akan membuat bandara mengapung (offshore) di laut lepas dengan menggandeng Airports Kinesis Consulting (AKC) Kanada yang menelan dana hingga mencapai Rp 50 triliun.
 
"Kita tetap konsisten dengan rencana semula. Bandara Baru kita akan bangun di laut. Ini tidak akan mengorbankan pura-pura, situs sejarah, sawah, jalan, dan pemukiman warga di sana. Sebaliknya, jika bandara baru dibangun di daratan, maka akan mengorbankan lima hal di atas. Jika penlok turun, makan investor akan mencairkan dana 250 juta euro untuk biaya operasional awal selama jangka waktu setahun,"ujarnya.[bbn/psk] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami