Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Penjaga Lila Arsana Kesurupan Dampak Bekas Pemandian Raja Ambrol
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Komang Sumadana, penjaga kolam Lila Arsana, bekas pemandian Raja Klungkung, Kamis (10/8) mendadak kesurupan. Pria asal Singaraja ini berlari dari lokasi kolam Lila Arsana menuju Pemedal Agung yang ada di depan kantor Bupati Klungkung, persisnya di dekat objek wisata Kerta Gosa.
[pilihan-redaksi]
Sumadana menari bagaikan rangda di depan gapura Pemedal Agung yang juga merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Klungkung. Peristiwa unik ini sempat mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas di Jalan Untung Surapati (depan kantor bupati). Sumadana kemudian masuk ke dalam area Pemedal Agung dan naik ke pelataran yang dikeramatkan. Ia sempat mengambil dua batu yang ada di atas bale-bale. Ia pun meminta kedua batu itu tidak ditaruh sembarangan. Sumadana menyebut dirinya Ratung Niang, datang setelah tembok kolam Lila Arsana ambrol.
“Bapak ini seperti kesurupan, lari dari kolam Lila Arsana,” ungkap salah seorang aparat Polres Klungkung.
Sumadana lalu berlari menuju Puri Agung Klungkung yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pemedal Agung. Sumadana lalu masuk ke area Pelinggih Pejenengan Puri Agung Klungkung. Kejadian ini makin menarik perhatian sejumlah warga yang ada di Lapangan Puputan Klungkung.
Sejumlah warga pun mendekati Puri Agung Klungkung guna melihat dari dekat peristiwa unik itu. Sambil menari Sumadana menyarankan agar Pelinggih Peyawangan yang ada di kolam Lila Arsana tidak dipugar tapi ditata dilengkapi dengan kain poleng. Disarankan juga untuk membangun kembali tempat permandian raja.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Gusti Ketut Kaler menyatakan, Peristiwa ini sulit dikaji secara ilmiah, tapi sayang sudah dilihat banyak orang.
"Saya akan sampaikan kepada Pak Kadis untuk lebih lanjut berkoordinasi dengan pihak puri,” tandas Gusti Kaler. [wan/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 745 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 260 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun