Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Dewan Dorong Pengesahan Ranperda Sapi Bali
Rabu, 6 September 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Legislator yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Sapi Bali DPRD Bali, Nyoman Parta, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pengesahan perda tersebut, karena regulasi itu akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan peternak Sapi Bali.
"Kami berharap dengan nantinya pengesahan Perda Sapi Bali tersebut akan mendorong kesejahteraan peternak Bali lebih baik. Kita tidak memungkiri kualitas daging lokal untuk distribusi ke restoran dan hotel masih jauh dengan daging impor," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan jajaran PHRI, Indonesian Chef Association (ICA) Bali, dan instansi terkait di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan daging sapi lokal dengan sejumlah keunggulannya masih kalah bersaing dengan daging sapi impor. Kebutuhan daging sapi untuk memenuhi restoran dan hotel di Bali masih didatangkan dari luar negeri atau impor.
Menurut politikus PDIP itu, jumlah daging sapi impor itu bisa mencapai 2.000 ton per tahun. Data Dinas Peternakan Provinsi Bali, daging sapi impor di Bali pada tahun 2015 mencatat sebanyak 922 ton lebih, tahun 2016 sebanyak 1.981 ton lebih, dan hingga Juli 2017 sebanyak 943 ton lebih.
Oleh karena itu, kata Parta, anggota DPRD bersama Pemerintah Provinsi Bali memberi perhatian serius terhadap keberadaan Sapi Bali, sehingga bersama-sama membahas untuk dapat memutuskan untuk membuat Perda Sapi Bali.
"Dalam perda tersebut secara rinci juga dijelaskan dalam bab dan pasal, mulai dari pasal pemeliharaan, proses penggemukan hingga memperlakukan hewan tersebut dan harapan distribusi daging sapi itu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua ICA BPD Bali, I Gede Putu Hendra Mahena, mengatakan kualitas daging Sapi Bali masih kalah dengan sapoi impor, karena sejumlah faktor.
Menurut dia, beternak sapi di Bali hanya pekerjaan sampingan petani. Bukan seperti di luar negeri yang dilakukan secara profesional oleh peternak, yang memang khusus mengurus sapi setiap hari.
Sebagai pekerjaan sampingan, tentu peternak kurang memerhatikan pakan sapi. "Peternak atau petani hanya potong rumput untuk memberi pakan sapi dengan tujuan perutnya kenyang. Dan waktunya juga tidak teratur memberi pakan ternak," katanya.
Sapi itu, katanya, bisa makan pukul 14.00 atau pukul 15.00. Jadwal makan sapi tidak teratur sehingga kualitas daging kurang bagus.
Aspek lain yang mempengaruhi kualitas daging Sapi Bali adalah proses pemotongan di rumah potong hewan (RPH), cara penyimpanan dan pengepakan.
Ia memastikan daging Sapi Bali akan bisa diserap oleh restoran dan hotel di Bali jika kualitasnya baik. Pihaknya tidak menutup mata untuk memperhatikan peternak Bali.
"Untuk kebutuhan restoran dan hotel di Bali diperkiran baru sekitar menyerap 15 persen daging Sapi Bali," katanya. [bbn/drd/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 271 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 208 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 207 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 186 Kali
05
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 176 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026