Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Pengungsi Gunung Agung Meninggal Dunia, Dikubur di Tabanan
Senin, 27 November 2017,
08:29 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Nengah Ririg (70) pengungsi asal Bajar Telungbuana, Desa Sebudi, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, meninggal dunia di BRSU Tabanan. Ririg meninggal dunia karena sakit, setelah sebelumnya sempat dirawat di BRSU Tabanan selama 15 hari.
“Satu pengungsi asal Banjar Telungbuana, Desa Sebudi, Kecamatan Bebandem, meninggal dunia hari Sabtu (25/11/2017),” jelas I Made Mudita Perebekel Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (26/11/2017).
Mudita menjelaskan, Ririg merupakan salah satu pengungi Gunung Agung yang mengungsi di Desa Pakraman Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Pihak keluarga sempat berencana membawa jenazah Ririg kembali ke kampung halamanya, namun karena situasi gunung agung sudah meletus, dengan turunnya abu vulkanik. Maka jenazah Ririg diputuskan akan dikubur di Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Batuariti, Tabanan.
"Rencana upacara akan dilakukan pada Selasa (28/11) siang," terang Mudita.
Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban warga Karangasem yang sedang mengungsi di Candikuning. Karena situasi sudah tidak memungkinkan untuk pulang kampung.
"Krama dan pihak adat pun menyetujui hal ini. Ini namanya sedang berduka jadi wajib menolong," tegasnya.
Rencanya upacara Nengah Ririg Selasa itu akan dihadiri oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri. "Rencana akan dihadiri Bupati proses upacara lebih lanjut upacara akan dibahas nanti jika Karangasem sudah mulia aman," terang Mudita.
Disisi lain, pengungsi yang ada di Candikuning tidak ada yang pulang secara keseluruhan. Karena dominan rumah mereka ada di zona KRB. Sebelumnya mereka pulang tidak untuk menetap tetapi kembali lagi ke tempat pengungsian di Baturiti.
"Ada beberapa pulang, tetapi mereka kembali lagi hanya untuk menengok rumah saja di kampung," tandas Mudita.
Sementara itu, Kasi Kedarutan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika seizin Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita mengatakan, pasca meletusnya gunung agung sejauh ini belum ada pengungsi ke Tabanan.
“Kalau ada tambahan pengungsi pasca meletus akan ada laporan dari masing masing kecamatan,” tandasnya. [nod/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1170 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 741 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 680 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026