Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengungsi Gunung Agung Meninggal Dunia, Dikubur di Tabanan
Senin, 27 November 2017,
08:29 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Nengah Ririg (70) pengungsi asal Bajar Telungbuana, Desa Sebudi, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, meninggal dunia di BRSU Tabanan. Ririg meninggal dunia karena sakit, setelah sebelumnya sempat dirawat di BRSU Tabanan selama 15 hari.
“Satu pengungsi asal Banjar Telungbuana, Desa Sebudi, Kecamatan Bebandem, meninggal dunia hari Sabtu (25/11/2017),” jelas I Made Mudita Perebekel Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (26/11/2017).
Mudita menjelaskan, Ririg merupakan salah satu pengungi Gunung Agung yang mengungsi di Desa Pakraman Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Pihak keluarga sempat berencana membawa jenazah Ririg kembali ke kampung halamanya, namun karena situasi gunung agung sudah meletus, dengan turunnya abu vulkanik. Maka jenazah Ririg diputuskan akan dikubur di Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Batuariti, Tabanan.
"Rencana upacara akan dilakukan pada Selasa (28/11) siang," terang Mudita.
Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban warga Karangasem yang sedang mengungsi di Candikuning. Karena situasi sudah tidak memungkinkan untuk pulang kampung.
"Krama dan pihak adat pun menyetujui hal ini. Ini namanya sedang berduka jadi wajib menolong," tegasnya.
Rencanya upacara Nengah Ririg Selasa itu akan dihadiri oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri. "Rencana akan dihadiri Bupati proses upacara lebih lanjut upacara akan dibahas nanti jika Karangasem sudah mulia aman," terang Mudita.
Disisi lain, pengungsi yang ada di Candikuning tidak ada yang pulang secara keseluruhan. Karena dominan rumah mereka ada di zona KRB. Sebelumnya mereka pulang tidak untuk menetap tetapi kembali lagi ke tempat pengungsian di Baturiti.
"Ada beberapa pulang, tetapi mereka kembali lagi hanya untuk menengok rumah saja di kampung," tandas Mudita.
Sementara itu, Kasi Kedarutan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika seizin Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita mengatakan, pasca meletusnya gunung agung sejauh ini belum ada pengungsi ke Tabanan.
“Kalau ada tambahan pengungsi pasca meletus akan ada laporan dari masing masing kecamatan,” tandasnya. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026